​Akibat Pengasapalan Jalan Yang Belum Selesai, Jembatan Maktal Memakan Korban

410
Ket Foto: Kondisi kendaraan yang terjadi akibat tabrakan di jembatan cimanuk maktal

GARUT, (KF).-  Project pekerjaan pengasapalan jalan yang belum juga tuntas pengerjaannya diwilayah Jalan Cimanuk,(jembatan maktal) Kelurahan muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, kabupaten Garut, Jawa barat di keluhkan warga dan pengguna jalan baik roda dua Maun roda empat. Pasalnya jalan yang kini tengah di bongkar lapisan aspalnya terkesan dibiarkan bahkan tak kurang pengguna jalan baik roda empat serta roda dua yang mengendarai dengan kecepatan tinggi mencuri jalan yang lebih mulus. Sehingga hal tersebut pun memeicu potensi terjadinya kecelakaan.

Seperti yang dialami sebuah mobil Avansa Silver dengan Nopol (Z 1173 DS) terserempet kendaraan jenis Elf.

Peristiwa tersebut terjadi pada, Kamis malam 24 Agustus 2017 sekitar pukul 02.00 WIB, supir Avansa Deden yang menjadi korban tabrakan dirinya habis mengantarkan temannya dari wilayah simpang lima Tarogong menuju arah simpang bayongong Garut. Kejadian ini berlawanan arah kendaraan avansa melaju lambat dari arah sanding atas menuju garut kota, sebaliknya kendaraan Elf melaju cepat dari arah maktal menuju arah Cikajang dan mengakibatkan bamper depan sebelah kanan rusak parah.

“saya semalam habis ada rapat dengan teman-teman media di salah satu hotel diwilayah paseban Garut dari pukul 20.00 WIB, usai menghadiri rapat. Teman saya nelpon minta diantar pulang ke simpang Bayongbong Garut karena saya kasian melihat teman yang butuh bantuan karena mengingat kondisi tengah malam dan tidak ada kendaraan yang ngetem maka saya pun mengantarkannya pulang” katanya kepada wartawan di TKP.

Lanjut dikatakan Deden, sehabis mengantarkan temannya dirinya lalu pulang menuju rumah ke wanaraja sebelum nyampe rumah di jembatan maktal jalan cimanuk sebuah elf oleng karena kondisi jalan yang lagi diperbaiki otomatis supir mengambil jalan tengah karena jalannya terlihat rusak dan ada plang papan projek bertuliskan hati-hati ada perbaikan jalan. 
“saya menyayangkan kepada dinas terkait dan pihak pemborong yang mengerjakan proyek ini, saya harap pekerjaannya segera diselesaikan jangan samapai kembali ada korban kedua kalinya seperti saya, akibat berebut jalan yang pada akhirnya mengakibatkan kecelakaan, seperti saya ini,” Ucap Deden dengan nada kesal.

Pihaknya berharap kepada dinas terkait supaya secepatnya pekerjaan  jalan ini segera diperbaiki dan diselesaikan sebelum terjadi lagi korban  seperti yang dialaminya.

Sementara salah seorang warga sanding, Wawan yang setiap hari melewati jalan tersebut, mengakui kondisi jalan tersebut sudah hampir berhari-hari terlihat seperti itu, bahkan para pejalan kakipun seperti anak sekolah yang setiap pagi melewati jalan tersebut harus turun ke badan jalan Karna trotoar di sepanjang jembatan dipenuhi lempengan aspal bekas. 

“Hampir lima hari kang kalau ga salah kondisi jalan seperti itu. Bahkan hak pengguna jalan pun terpaksa harus melewati badan jalan Karna memang trotoarnya digunakan aspal bekas,” Kilah Wawan 

Wawan berharap dengan kondisi jalan seperti itu diharapkan pula dinas terkait dapat sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaan jalan tersebut. Tegasnya 

Sementara hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait dengan beberapa keluhan warga dan para pengguna jalan tersebut. (Indra R)

BAGIKAN