​Band Death Metal Garut ‘Dispution’ Rilis Single Terbaru

672

Tiga Orang Personil Group Band Dispution, Reza (Vokal), Jeffry (Drum) dan Muhamad Erfan( Gitar)

GARUT,(KF).- Usai empat tahun vakum, Dispution kembali ramaikan scene Metal di Kabupaten Garut. Bertepatan dengan peringatan Hari Musik Indonesia pada 9 Maret 2017, salah satu band Death Metal asli Garut yang saat ini digawangi Reza Maulana (vokal), Jeffry ‘Mpot’ (drum) dan Muhammad Erfan ‘Ebek’ (guitar) ini memuntahkan single terbarunya dengan materi dan konsep lebih segar dari sebelumnya. 

Reza Maulana, sang vokalis, mengungkapkan, rampungnya single terbaru yang berjudul ‘Kapitalis dan Iblis’ diharapkan bisa menjadi spirit para personel di Band yang sudah delapan tahun berdiri sejak tahun 2009 lalu, untuk kembali eksis di dunia musik indie. 
Adanya kerinduan dari masing-masing personel untuk kembali berkarya menjadi motor  kembali eksisnya Dispution. 

Dengan personel yang tersisa berjumlah 3 orang, Reza, Erfan dan Jeffry menjadi power untuk kembali merintis Band yang sudah lama dinaunginya tersebut dengan membuat beberapa konsep lagu baru. Hingga pada bulan November 2016 lalu, usai reuni tampil perdana di gigs Cikampek Ground Fest IV.
Single terbaru dengan judul ‘Kapitalis dan Iblis’ tersebut merupakan bagian pandangan para personel melihat suatu situasi kondisi kelam di Negeri ini yang diakibatkan para oknum penguasa dzolim. 

“Semoga karya kami bisa diterima khususnya para pecinta musik cadas baik di Garut atau luar Garut. Sekarang kita ada 6 materi lagu baru dan mungkin bisa bertambah lagi. Dengan konsep beda dari sebelumnya, sekarang lebih ke Brutal Death Metal. Mudah-mudahan secepatnya bisa kembali masuk studio rekaman buat bikin Mini Album. 

Untuk merampungkan mini album yang rencananya ditargetkan pada tahun 2017 ini bisa tertunaikan, Reza mengatakan, pihaknya masih membutuhkan waktu selain untuk take, juga untuk lebih mematangkan materi lagu berikut personel untuk mengisi posisi kosong di Gitar 2 dan Bass, pasca digantung personel lama yang sampai saat ini maish disibukan dengan rutinitas masing-masing.

“Dan yang paling sulit saat ini yang didapat itu waktunya, saya kerja di Bandung, kerjaan erfan yang kadang kondisional dan jeffry di usahanya. Seperti single terbaru ini juga, kita recording tahun 2016 akhir, ya begitu kesibukan masing-masing tidak bisa terelakan. Tapi mudah-mudahan nanti, target mini Album di tahun 2017 ini bisa tertunaikan,” ungkap Vokalis yang saat ini bekerja di salah satu Bank Swasta di Kota Bandung itu.

Meski band yang digawangi tiga pemuda asli Garut ini belum sebesar Band Metal tanah Air yang menjadi panutannya seperti Jasad, Burgerkill, Deadsquad dan Band Metal lokal atau luar lainnya yang sudah memiliki nama besar,  seperti Dying Fetus, Gorgasm,  Disavowed, Disgorge, Necrophagist, Archspire. Mereka berharap bisa tetap eksis di dunia Musik Metal.

“Dibanding tahun 2011 atau 2012 lalu, penggandrung musik metal sangat luar biasa, meski sekarang juga scene metal Indonesia termasuk Garut masih Survive dan terus berkembang. Dengan event-event besar Skala internasional yang diadakan, kita berharap suatu saat bisa turut meramaikan event-event besar baik yang ada di Garut, Bandung atau kota dan event besar lainnya,” harap Eza.

Bongkar pasang personel juga sempat terjadi di tubuh Band yang awalnya mengusung genre Metalcore dan Slamming Death Metal ini selama perjalannya. Beberapa personel di posisi Drummer sempat diisi oleh saudara Zeny (Drummer) kemudian Ikhsan ‘agay’ (Drummer), hingga akhirnya mereka hengkang dan digantikan Jeffry.

Pada tahun 2011, Reza sebagai Vokalis, Fuad sebagai Gitaris, Dhalni sebagai Bassis dan Jeffry sebagai Drummer menjadi pengisi formasi paling lama di Dispution. Kemudian, masuk Erfan ‘Ebek’ pada tahun 2011 yang saat itu masih aktif sebagai Gitaris Band Death Metal ‘Goregoat’,  memiliki pengaruh terhadap pergeseran konsep lagu Dispution sebelumnya menjadi Dispution saat ini.
Lirik yang menjadi syair pada lagu-lagu Dispution merupakan bagian dari bentuk kritik, pengingat diri atau mungkin orang lain dan rezim dari para personelnya. 

Olehkarenanya, kebanyakan rangkaian lirik lagu yang dibuat berawal dari hal-hal konflik baik itu mengenai faham, sektarian agama, Sosial, Politik. “Bukan berarti kami orang benar, tetapi setidaknya orang tidak benar ini ingin bersuara dengan karya kami dalam menanggapi dinamika hidup ini,” jelas Eza.(dra R)

Single ‘Kapitalis dan Iblis’,  check this out

BAGIKAN