​Bupati Instruksikan Agar Setiap Kecamatan/Kelurahan Giat Menggelar Razia

164

Ket Foto: H.Rudy Gunawan 

GARUT, (KF)-Bupati Garut, Rudy Gunawan, sangat terkejut wilayahnya dijadikan tempat persembunyian terduga pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu, Jakarta Timur. “Saya sangat terkejut mendengar adanya terduga teroris yang bermukim di Kabupaten Garut,” ujarnya, Minggu (28/5/2017) pada wartawan usai membuka acara Himpunan Mahasiswa Unpad Garut, di Gedung Pendopo, Jalan Kabupaten.

Untuk mengantisipasi adanya terduga teroris, kembali bermukim di wilayah Kabupaten Garut, Rudy, mengungkapkan, pihaknya telah mengintruksikan seluruh Camat, Desa/Kelurahan serta RT dan RW, untuk lebih waspada kembali jika melihat orang yang tidak dikenal berkunjung ke Garut.

“Saya sudah intruksikan untuk lebih ketat lagi dalam mendata tamu yang datang, apalagi jika hendak mengontrak rumah atau indekos,” cetusnya.

Rudy mengaku, saat ini pihaknya merasa kesulitan untuk mendetek adanya terduga teroris yang bersembunyi di Kabupaten Garut. Soalnya mereka memilih lokasi yang sempit dantidak terdeteksi oleh siapapun. Termasuk sasarannya adalah rumah kontrakan dan kos-kosan.

“Camat, Desa/Kelurahan serta RT dan RW, harus lebih intensif lagi untuk berkeliling menginformasikan pada warga sekitar jika melihat orang yang tidak dikenal berlama-lama di Garut,”

Pihaknya juga akan segera menggelar razia kos-kosan, soalnya selama ini kos-kosan identik dengan tempat tinggalnya mahasiswa. Namun dengan adanya kejadian ini, setiap pemilik kosan, wajib untuk melakukan pendataan dan memperketat dalam menerima warga baru yang hendak tinggal.

“Razia kos-kosan akan kita lakukan dengan menerjunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” ucapnya.

Ia juga menturkan, semua aparatur baik mulai tingkat Kabupaten hingga bawah, harus melakukan penyisiran dilingkungannya masing-masing. Terlebih saat ini Garut, sudah dijadikan tempat persembunyian. Termasuk pada seluruh pemilik kos-kosan segera melaporkan data orang-orang yang tinggal. Jangan sampai terjadi kecolongan kembali seperti yang telah terjadi di Kecamatan Karangpawitan Garut.(dra R)

BAGIKAN