​Camat Karang Pawitan Kembangkan Modus penipuan via Telepon seluler    

352

Ket Foto: Camat Karangpawitan, Rena saat menyambangi Rumah Asep diwilayah garut kota

GARUT, (KF).-  Para penipu seperti tak kurang akal memperdaya korban. kali ini seorang camat diwilayah kerja kabupaten Garut nyaris menjadi korban penipuan lewat telpon, dengan berpura-pura menjadi sodaranya. Dengan menyebutkan sodaranya terkena musibah kecelakaan.

Menurut keterangan, Rena, yang merupakan Camat Karangpawitan mengaku, menerima panggilan telpon dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya, dengan menyebutkan sodaranya terkena musibah kecelakaan diwilayah Jalan Nagrog, kecamatan Karangpawitan. 

Meresa ada gelagat yang ganjil, Rena pun langsung mengiyakan dengan terus berkomunikasi dengan pelaku modus tersebut, “saya mencoba berkomunikasi terus, dan meminta dirinya untuk bertemu langsung, diwilayah Jalan Ciledug, kecamatan Garut Kota,” Katanya saat ditemui wartawan, Sabtu(27/5/2017) Siang.

Penipu yang berpura-pura bernama regi dan Asep yang mengaku saksi kejadian tabrak lari tersebut, meminta sejumlah uang untuk ganti rugi, namun, Rena tidak begitu saja percaya untuk memberikan, sehingga dirinya terus mencoba untuk bisa langsung bertemu, ” ya Karna saya tau itu modus, saya meminta untuk bertemu, pelaku meminta bertemu disalah satu jalan di wilayah garut kota, namun pelaku yang sudah mencium rencana korban tak muncul-muncul, sehingga menjabangi salah seorang tukang parkir yang memang namanya sama dengan pelaku.” Ujarnya 

Saat ditemui yang diduga pelaku dikediamannya yang memang kebetulan namanya sama, merasa kaget dan takut, Karna saat diminati keterangan dirinya tidak tau menau dengan kejadian yang diceritakan rena, ” Waduh pak saya tidak tau pak, malahan dari tadi pagi saya sendiri belum keluar rumah, bahkan ada kejadian tabrakan pun saya tidak tau,”  Ucap Asep dengan kaget.

Hingga saat ini camat Karangpawitan dibantu polisi terus mengembangkan modus operandi melalui telpon seluler tersebut, bahkan pihaknya menghimbau agar masyarakat harus berhati-hati dengan modus tersebut, “saya meminta masyarakat agar selalu waspada apabila menerima telpon yang terkadang mengaku sodaranya terkena musibah, atau modus yang mengatasnamakan sodaranya, Karna saya yakin modus seperti itu sudah banyak memakan korban, jadi sekali lagi masyarakat mesti jeli apabila ada telpon dari orang yang tak dikenal dengan meminta pertolongan yang Akhir meminta sejumlah uang,” Paparnya. (dra R)


BAGIKAN