​Cukur Masal Meriahkan HJG Ke-204

149

GARUT, (KF).-Kurang lebih 150 personil tukang cukur dari 17 kecamatan di Kabupaten Garut mengadakan bakti sosial berupa memangkas rambut secara gratis. Pelaksanaan cukur masal tersebut digelar di samping gedung Pendopo Garut, Jumat (24/2/2017) Siang. 

Pengurus Persatuan Pangkas Rambut Garut (PPRG), Agus Sopyan menjelaskan, bakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut (HJG) Ke 204 Tahun. Mereka pun mengaku baru kali pertama ini melakukan cukur masal di temapat kelahirannya sendiri. Sebelumnya mereka menyebut, telah melakukan aksi serupa di Kabupaten Bandung Barat, Cilengsi, dan lainnya.
“Pada tanggal 27 kami juga menerima undangan di Bekasi Kota, dan tanggal 28 di Tangerang Selatan. Kalau di Garut baru kali ini saja. Sudah lama kami juga ingin mengadakan bakti sosial di tanah kelahiran kami yakni di Garut. Tapi baru kali ini terlaksana,” kata Agus. 

Menurut bendahara PPRG, Iwan Hardiwan, tukang cukur yang dibawa dalam aksi masal ini adalah tukang cukur yang biasa berada di Jakarta, Bekasi dan kota-kota besar lainnya. Bahkan, mereka pun memiliki langganan dari kalangan pejabat seperti Menteri, Kapolda, dan pejabat lainnya. 
“Dalam memperingati Hari Jadi Garut ini, kami ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui keahlian kami yakni memangkas rambut. Ini gratis kami tunggu sebanyak-banyaknya masyarakat yang ingin di cukur,” ujarnya. Iwan menyebut, tarif cukur rambut di kota-kota besar dibandrol senilai Rp 60 ribu per kepala plus pijit. Sedangkan di daerah seperti di Garut ini tidak lebih dari Rp 15 ribu per kepala. 
“Kalau untuk pejabat seperti sekelas menteri Rp 250 ribu per satu orang itu pun kalau dia yang datang pada tempat kami. Tapi kalau kami yang dipanggil bayarannya bisa naik lima kali lipat, bahkan lebih dari itu. Bisa juga Rp 2 juta atau Rp 3 juta,” katanya, bangga. 

Pelaksanaan cukur masal mulai digelar setelah sholat Jumatan, banyak anak sekolah, PNS, Polisi, TNI dan masyarakat umum yang sengaja datang ke lokasi hanya sekedar untuk dipotong rambut gratis. Namun, pelaksanaanya sempat terganggu aksi demo yang menuntut untuk menutup kegiatan Pameran. Hingga bakti sosial itu berahir pada pukul 17.00 sore tercatat 1.517 warga yang dipotong rambut. Mereka dipotong oleh sebanyak 150 personil. ” Tadi saya mencukur hampir 12 kepala, dari mulai anak-anak, remaja hingga orang dewasa, bahkan ada juga perempuan,” kata Heri salah seorang tukang cukur.

Agus Sopyan menambahkan, kalau acara masal undangan biasanya satu orang tukang cukur dibayar Rp 100 ribu per orang. “Tetapi kalau ini kan bakti sosial jadi gratis saja. Biasanya kalau undangan itu dalam rangka memeriahkan hari-hari besar. Kalau seperti ini hari jadi garut ya kita terima saja undangan meskipun gratis,” katanya. (dra R)

BAGIKAN