​Damilah Gantungkan Hidupnya Dipabrik Pakan Ternak

183

Damilah, seorang karyawan (Buruh harian Lepas) dijumpai wartawan 

GARUT, (KF).- Damilah (50). Seorang Janda tua Empat Anak. Warga kampung Bojong Larang RT 05/15, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, salah seorang pekerja buruh harian Lepas di PT.Afta Arapah Indonesia. Berharap pemerintah bisa lebih bijak mempertimbangkan nasib-nasib para karyawannya.

Sebelumnya diberitakan,(koran-Fakta.com) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, menyegel bangunan pabrik pakan ternak PT.Afta Arapah Indonesia, Terkait dengan Izin Operasionalnya, pada Kamis(31/3) Siang.
Ibu yang hanya berpenghasilan 44 Ribu Rupiah perhari ini mengaku, Jika PT.Afta Sampai Ditutup dirinya harus mencari uang kemana untuk memenuhi biyaya hidup sehari-harinya.

“Ya kalau sampai  pabrik ini ditutup kemana saya harus cari uang, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sementara untuk usia seperti saya ini sangat sulit untuk mencari pekerjaan,” Ucap Milah dengan nada sedih saat dijumpai wartawan saat Penyegelan.

Diakuinya meskipun pekerjaan di pabrik pengolahan pakan ternak tersebut banyak resiko dirinya tetap mengharapkan bisa kembali kerja seperti biasa, ” ya meski bekerja di pabrik ini penuh resiko seperti bau yang memang menyengat, tapi mau bagaimana lagi. Namanya juga jadi karyawan,” Ujarnya 

Lanjut ia mengaku dengan bekerja di pabrik pengolahan Pakan ternak tersebut dirinya merasa terbantu,” ya Alhamdulillah meskipun hanya dibayar 44 ribu rupiah perhari dengan pekerjaan ini saya merasa terbantu, Karna selain bekerja dipabrik ini saya tidak punya lagi penghasilan” Akunya (dra R)

BAGIKAN