​Dekontruksi Gerakan Pemuda Muhammadiyah Sebagai Power Core untuk Garut Berkemajuan

328

Ketua dan pengurus pimpinan daerah pemuda Muhammadiyah periode 2016-2020 saat pelantikan 

GARUT, (KF).- Pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Garut periode 2016 – 2020 dengan Tema ”Dekontruksi Gerakan Pemuda Muhammadiyah Sebagai Power Core untuk Garut Berkemajuan”. Digelar di Gedung Pendopo, Kamis (16/03/2017).Nampak terlhat khidmat.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Garut H. Rudi Gunawan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab Garut Asep Burhan, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah  Dahnil A. Simanjuntak, dan  Sekertaris Pimpinan Wilayah Pemuda muhammadiyah Prov Jabar Alan Barok.

Pelantikan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammdiyah dan 13 Wakil ketua Bidang untuk masa bakti 2016 – 2020, dengan ketua terpilih Dian Noviar Nugraha S.Pd,I, Sekertaris R. Cepi Muhamad dan Bendahara Ikhsan N.

Perjuangan Pimpinan daerah Muhammadiyah di Kab Garut sudah sejak lama berjuang bersama komponen organisasi islam lainnya, dalam upaya pencegahan penyebaran dan pergerakan PKI atau paham Komunis. Karena kita yakin bawa pergerakan PKI atau paham Komunis adalah bahaya laten yg terus bergerak secara nyata, ungkap Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Asep Burhan dalam sambutannya.

Dalam sambutannya sekertaris Pimpinan Wilayah Pemuda muhammadiyah Provinsi Jabar Alan Barok,” Ia Berharap Pergerakan Pemuda Muhamadiyah Kab Garut agar dapat menjadikan Garut sebagai barometernya Jawa Barat. Dan meminta Pemuda muhammadiyah Kab Garut dapat berperan serta dalam menjaga situasi dan kondusifitas Kabupaten  khususnya pada pilkada yang akan datang,”ujarnya.
Dahnil A. Simanjuntak, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah,  menyampaikan, bahwa kita sangat menyayangkan kondisi bangsa saat ini dimana perjuangan umat Islam dalam setiap pergerakannya menggunakan kata Allohuakbar malah di cap atau di nilai sebagai anti pemerintah dan Pro Radikalisme serta terorisme.
Kondisi Umat Islam yang saat ini selalu di sudutkan, kita sebagai pemuda Muhammadiyah agar lebih solid dan militan dengan penuh keikhlasan memperjuangkan umat Islam kedepan. 

Arus besar tantangan Muhammadiyah yang berasal dari dinamika internal dan eksternal saat ini, pertama bagaimana mengharmonisasikan atau melakukan adaptasi yang tepat antara keharusan mempertahankan kemapanan gerakan dengan seperangkat komitmen nilai, kepribadian, dan misi gerakannya serta tuntutan menghadapi atau melakukan perubahan sebagai konsekuensi logis dari aktualisasi gerakannya sebagai gerakan Islam di tengah-tengah perkembangan zaman saat ini, paparnya.(J Wan)

BAGIKAN