​Disdik Garut Pastikan Tak Ada Soal Menyinggung Instansi Atau Lembaga Lainnya 

134

Ket Foto: Kepala dinas pendidikan H. Mahmud

GARUT, (KF).-  Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Mahmud memastikan dalam pelaksanaan ujian sekolah/madrasah sekolah dasar madrasah ibtidaiyah (US/M-SD/MI) Tahun 2017 ini tidak akan ada lagi isi soal yang “nyeleneh”. 

Mahmud menjamin hal itu karena pengawasan dan pembuatan soal mata pelajaran melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi. Mahmud pun menegaskan, pelaksanaan (US/M-SD/MI) di Kabupaten Garut sudah siap 100 persen, karena segala sesuatunya sudah dipersiapkan sejak lama. 

“Jadi begini, pelaksanaan sudah 100 persen. Kami jamin isi soal juga tidak akan ada lagi yang menyinggung instansi atau lembaga lain. Karena pembuat soal dan pengawasanya melibatkan pihak Provinsi. Pokoknya saya pastikan tidak akan ada lagi masalah,” kata Mahmud, didampingi Kabid Dikdas, H. Ade Manadin saat acara penutupan progran USAID Prioritas, di aula UPT Disdik Kec. Tarogong Kidul, Jumat (12/5/2017). 

Sementara Kepala bidang pendidikan Dasar, Ade Manadin mengatakan, pelaksanaan US/M-SD/MI dan program Paket A Tahun ajaran 2016/2017 mulai digelar Senin (15/5) ini, dan di Kabupaten Garut diikuti sebanyak 53.823 peserta. Jumlah tersebut tersebar di 1.855 sekolah di 42 Kecamatan, dengan rincian di SD negeri 1.503, SD swasta 57, MI Negeri/Swasta 272, dan PKBM Paket A 23 sekolah. Mereka tersebar di 42 Kecamatan dan 4 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dalam 46 sub rayon. “Khusus pelaksanaan Program Paket A tersebar di 14 kecamatan, 8 lokasi PKBM penyelenggaraan ujian sekolah.” katanya. 

Ade menuturkan, untuk di hari pertama, Senin (15/5) mata pelajaran Bahasa Indonesia, Selasa (16/5) Matematika, dan Rabu (17/5) mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). “Saya jamin pelaksanaan akan berjalan lancar. Dan diharapkan tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti tahun-tahun lalu.” ujarnya. 
Seperti diketahui, pada pelaksanaan ujian sekolah tahun lalu, terdapat isi soal yang menyudutkan pelayanan RSUD dr. Slamet Garut, dan kondisi Taman Satwa Cikembulan Kadungora. Atas dasar itu, di ketiga lembaga tadi (Disdik, TS. Cikembulan, dan RSU dr. Slamet) Garut sempat bersitegang. Bahkan, akibat kasus tersebut Dinas Pendidikan Garut sempat disomasi oleh RSUD dr. Slamet dan TS Cikembulan. Serta ahiri permohonan maaf pihak Disdik di sejumlah media massa. (dra R)***

BAGIKAN