​Dishub Garut Berbenah : Tujuh Titik Rawan Pungli Dihilangkan

520

Kepala Dishub kabupaten GARUT tengah H.Suhermah

GARUT, (KF).-Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut merupakan salah satu instansi yang disebut Bupati Garut, Rudy Gunawan rawan terjadi pungutan liar. Oleh karena itu, Bupati pun mengatakan Dishub Garut merupakan salah satu target Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). 

Kepala Dishub Kab. Garut, Suherman mengatakan, apa yang dikatakan Bupati Garut itu memang benar adanya, karena Dishub merupakan salah satu Dinas yang melayani masyarakat.

“OTT yang terjadi di Disdukcapil harus diambil hikmahnya begitu pun dengan pernyataan bupati tentang target OTT selanjutnya yang menyebut nama Dishub. Ya wajar lah, karena Dishub melayani masyarakat,” kata Suherman di Kantornya, Kamis (9/3/2017). 
Mantan Kasatpol PP itu menjelaskan, beberapa upaya untuk menghilangkan praktek pungutan liar dilingkungan dinas perhubungan, dan untuk menghilangkan jejak rekam Dishub yang jelek dimata masyarakat, yaitu ada beberapa langkah yang dilakukan.

“Pertama pembayaran pelayanan harus melalui bank. Dan kami pun mendatangkan pihak bank untuk berada dilokasi. Pemohon apapun yang datang ke Dishub harus antri, tidak boleh melalui calo, tidak boleh ingin cepat dan lain sebagainya,” katanya. Selain itu, kata Suherman, pungutan distribusi untuk kendaraan umum yang selama ini dilakukan di sembarang tempat di jalan raya ditarik ke Terminal. 

“Ada tujuh titik pungutan distribusi yang rawan terjadi pungli yang biasa dilakukan di jalan raya dihilangkan dan dipindahkan ke terminal resmi. Misalnya pungutan distribusi angkutan Cilawu-Garut yang biasa dilakukan di depan Kantor Koramil Cilawu dihilangkan, termasuk di enam titik lainnya. Makanya ayeuna mah Dishub teh garing,” kata Suherman yang baru beberapa bulan menjabat Kadishub Kab. Garut itu. 

Suherman pun berharap kepada masyarakat ikut serta dalam memerangi pungutan liar dilingkungan Dishub.
“Jika ada petugas yang melakukan pungli untuk segera melaporkannya. Kami tidak akan segan segan menindaknya. Pembayaran pelayanan KIR dan lain sebagainya harus melalui bank yang tersedia.” ujarnya. 

Terpisah, Bimbim (33) salah seorang sopir mobil kol Bak mengaku, permohonan di Kantor Dishub Garut saat ini memang lebih santun, dan bermartabat, Tetapi warga dari Kampung Cigedug Kec. Bayobong itu malah tersenyum ketika ditanya tentang masih adanya praktek pungutan liar. 

“Kalau sebelumnya para petugas disini berani minta, tapi sekarang sepertinya malu-malu. Tapi tetap saja masalah pungutan liar di Dishub Garut tidak akan hilang. Kalahkan beak umur tibatan pungli anu lengit,” kata sopir yang biasa mengangkut sayuran ke Pasar Induk Bekasi, Jakarta, dan Bandung, Jumat (10/3/2017). (dra R)***

BAGIKAN