​Holil Aksan: Mikroponik Solusi Krisis Pangan

126
Ket Foto: Holil Aksan saat memberikan pelatihan tanaman Mikroponik, sekaligus memberikan bantuan bibit tanaman sayuran di perum suci permai (Foto: Jay)

GARUT, (KF).- LAHAN Pertanian yang semakin sempit, akibat alih fungsi lahan, akan mengakibatkan krisis pangan di masa mendatang. Karenanya

masyarakat dituntut bisa lebih mandiri dalam menghasilkan produk pangan, khususnya dalam sektor pertanian. Banyak cara bisa dilakukan, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi serta menggunakan lahan yang ada saat ini bisa menghasilkan produk pertanian dengan kuantitas lebih baik.

Salah seorang Pegiat Tanaman Mikroponik, Holil Aksan Umarzein, mengungkapkan, pemanfaatan lahan sempit dan kontur bangunan seperti dinding, pagar atau dengan konsep green house atau dikenal dengan istilah mikroponik, sudah menjadi keharusan bagi setiap masyarakat guna antisipasi krisis pangan ataupun krisis lahan.

 “Ini ancaman, dan akan terjadi perang pangan. Maka untuk menyikapi dari krisis lahan ini, dengan pemanfaatan lahan yang ada bisa menjadi solusi, termasuk konsep yang kita jalankan dengan program Mitraponik budidaya penanaman hidroponik. Dengan konsep ini memiliki perbandingan cukup signifikan, ketimbang hanya menggunakan konsep penanaman biasa di tanah satu tumbak, dengan konsep mikroponik bisa menghasilkan lima kali lipat karena system penanaman bertingkat,” kata Holil, saat memberikan pelatihan cara penanaman sayur dengan konsep mikroponik, di Perum Suci Permai, Jl. Sudirman, Rabu (26/07).

Ditambahkan pengusaha yang berencana mencalonkan diri sebagai bupati pada Pilkada Garut itu, masa panen dari tanaman Mikroponik, hanya membutuhkan waktu 3 minggu.

“Apalagi dengan begini waktu penanaman tidak mengenal musim, bisa tanam kapan saja, jadi warga untuk menanam bayam, tanaman sawit, selada, kangkung, buah-buahan (tangkai kecil, red) tidak perlu memakai tanah dan lahan luas, cukup dengan memaksimalkan lahan yang ada, dan memang masyarkat harus mulai mandiri” katanya. (Jay).

BAGIKAN