​HUT RI Ke-72 Puluhan Bayi Dikecamatan Tarogong Kidul Ikuti Lomba Bayi Sehat

142
Ket foto :Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman. Bersama camat tarogong kidul hj.lilis neti saat berlansungnya lomba bayi sehat

GARUT, (KF). – Puluhan bayi Jum’at (18/8) mengikuti lomba bayi sehat yang diselengarakan oleh PHBN (Panitia Hari Besar Nasional) Kecamatan Tarogong Kidul. Ke ikutsertaan Balita dan para ibu pada kegiatan lomba bayi sehat yang baru diselengarakan di Kecamatan Tarogong Kidul itu, mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman. 

Menurut Helmi, lomba bayi sehat sangatlah baik  mengingat masih tingginya angka kematian bayi dan ibu di Garut. Hal ini katanya, harus menjadi konsen Pemerintah. “Ini tentu hal yang sangat baik, dan para ibu harus mengetahui bagimana pengetahuan tentang bayi dan gizinya,” katanya usai meminjau kegiatan bayi sehat. 

Kata Helmi yang jadi konsen tentu bagimana para ibu – ibu yang masih memiliki bayi ini, memiliki pemahaman yang baik tentang gizi dan kesehatan bayi. 

Masih menurut Helmi, tingginya angka kematian ibu dan bayi memang menjadi PR bagi pemerintah daerah. Namun dengan adanya kegiatan lomba bayi sehat diharapkan  mulai menurun. 

“Ini sangat baik, juga dalam rangka memperingati HUT RI ke 72, masyarkat juga sangat antusias sekali,” ucapnya. 
Sementara itu, Ketua tim penilai Khusnul Hotimah mengatakan, penilaian sendiri dilihat dari fisik bayi yang sehat mulai dari 5 – 29 bulan. Bayi juga harus memenuhi kriteria sehat mulai dari fisiknya hingga kecakapan. “Bayi tentu harus bugar dan terlihat sehat, karena ini jadi penilaan,” ucapnya.


Tidak hanya bayi yang dilakukan penilanan, tapi juga ibunya yang harus memahami tentang bayi, gizi bayi, kesehatan bayi. 

“Nanti juga ditilai tentang keikutsertaan KB, apakah menggunakan KB jangka panjang atau jangka pendek,” ujarnya.

Menurut Camat Kecamatan Tarogong Kidul, Lilis Neti, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya. Para peserta sendiri ibu – ibu dari seluruh kelurahan/desa di kecamatan tarogong kidul. 

“Dari seluruh kecamatan, minimal satu desa, atau kelurahan itu 5 ibu perwakilanya,” tuturnya. (Jey)

BAGIKAN