​Inul Majalengka Turunkan Harga Di Garut

163
Foto: jenis cengek (net)

GARUT, (KF).-Hingga kini harga cabai rawit merah atau yang lebih dikenal dengan sebutan cabai inul, di Garut masih tergolong tinggi. Sempat menyentuh angka Rp 90.000 per kilo gram, namun kini harga rawit merah kembali naik menjadi Rp 120 ribu per kilogramnya. 

Kepala UPTD Pasar Guntur Ciawitali, H. Achmad Wahyudin mengatakan, sepekan sebelumnya di tingkat grosir harga cabai inul mencapai angka Rp 150 ribu per kilogramnya. Namun kini turun menjadi Rp 100 ribu. Sedangkan di tingkat pengecer harga antara Rp 120 – Rp 130 ribu per kilonya.

“Kenapa harganya turun, karena adanya pasokan dari daerah Majalengka. Disana sedang panen raya cabai, bandar dari Majalengka yang biasanya menjual cabai ke Bandung atau Bekasi. Tapi karena di Garus harganya sedang bagus jadi mereka juga menjual kesini,” kata Achmad, Senin (27/2/2017). 

Menurut Ahmad Wahyudin, dengan banyaknya pasokan cabai dari luar ke Garut, membuat harga pun “ngadadak” turun. Sedangkan harga komoditas sayuran lainnya kini relatif normal, termasuk harga daging sapi, ayam, dan lainnya. “Harga yang masih tinggi itu hanya cabai saja. Kalau yang lainnya normal-normal Pasokan dari centra cabai di Garut pun seperti dari Cisurupan, Samarang, Cikajang dan lainnya kini mulai menurun juga,” ujarnya. 
Lanjut Achmad, pasokan cabai rawit dari luar ke Garut diperkirakan mencapai lebih dari 1 ton setiap harinya. Pasokan tersebut hanya untuk sekitar 4-5 pedagang saja. Sedangkan di suasana normal pasokan cabai rawit bisa mencapai diatas 4-5 ton per 

Namun, Achmad pun merasa heran dengan harga cabai kering yang naiknya tidak setinggi cabai biasa. “Sekarang harga cabai kering Rp 80 ribu. Sebelumnya pun Rp 60 ribu per kilogramnya. Kalau pun naik, harganya tidak lebih dari Rp 100 ribu per kilogramnya.” ujarnya. (Jey)***

BAGIKAN