​Jangan Jadikan Keterbatasan Sebagai Keluhan 

74
Ket Foto: Agus saat mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB)

 

GARUT, (KF).-  Kujang Prima Abadi (17), diterima sebagai siswa baru Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jabar. Kujang merupakan anak dari Agus Rusmana (53) seorang penyandang tunanetra yang berprofesi sebagai guru bagi para penyandang disabilitas di  Garut.

Tim koran-fakta.com berkesempatan untuk berbincang dengan Agus di tempat kerjanya di SLB YKB Garut. Agus mengaku terharu dan bangga terhadap Kujang yang berhasil lolos masuk polisi dengan nilai terbaik.

“Tentunya sangat bangga, sejak dulu, kenapa anak saya diberi nama Kujang karena saya sangat bangga dengan polisi dan tentara di Indonesia. Saya ingin agar suatu hari kelak anak saya jadi aparatur negara, karena tidak ada di keluarga saya yang jadi polisi atau tentara. Alhamdulillah sekarang cita-cita itu tercapai,” ungkap Agus kepada wartawan di SLB YKB, Jalan Rumah Sakit, Kecmatan Tarogong Kidul, Garut, Jabar.

Dikatakan Agus sejak masih kecil Kujang yang merupakan anak tertua dari tiga anaknya tersebut sangat disiplin dan tidak banyak bicara. Namun prestasi Kujang dalam belajar selalu terlihat di berbagai jenjang pendidikan.

“Memang anaknya terkesan pendiam, tapi saat di SMA dia selalu dapat rangking minimal 2 atau 1 di sekolah. Apalagi pas SMA itu dia ikut paskibra dan sebelum masuk SPN Polda Jabar dia tercatat sebagai pelatih Paskibra di Pemkot Cimahi,” katanya.Kamis (10/8/2017) Siang.

Agus mengaku dirinya dan sang istri Lindawati (48) tidak terlalu bisa memberikan pendidikan yang maksimal kepada anak-anaknya karena keterbatasan yang ia miliki. Namun ia selalu menekankan agar ke-3 anaknya termasuk Kujang harus selalu jujur dan beretika dalam kehidupan.

“Saya juga menyadari bahwa kondisi saya tidak sempurna, tapi saya punya prinsip agar anak-anak saya selalu menghargai dan tidak memandang suku juga agama orang lain,” katanya.

Agus sendiri telah menjadi tenaga pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) sejak tahun 1997. Namun dirinya mengajar di SLB YKB Garut sejak tahun 2006 lalu.

Sehari-harinya Agus kini tinggal di asrama SLB YKB yang terletak di belakang bangunan sekolah dengan para siswa berkebutuhan khusus. Agus baru menyempatkan pulang ke kediamannya di Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi saat libur mengajar.

Kini Agus berharap agar kisahnya ini menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Ia berpesan kepada semua orang agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai keluhan.(Tim)***

BAGIKAN