​Kabupaten Garut kini Mengahadapi Darurat sampah

421
Ket Foto: Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup, Guriansyah.S

 GARUT, (KF). PENCANANGAN Gerakan Gotong Royong Tingkat kabupaten Garut, Dalam rangka Hari lingkungan hidup sedunia tahun 2017. Untuk mewujudkan kabupaten Garut bebas dari sampah dan limbah, Sekertaris Pada Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Guriansyah, mengatakan sesuai tema yang dicanangkan dikementrian lingkungan hidup.

” Hal tersebut didasari atas menurunnya rasa gotong royong yang merupakan ciri khas warga masyarakat Indonesia, dan dikaitkan dengan pengelolaan lingkungan hidup. Dan salah satunya isu yang paling pokok hampir disemua kota-kota yaitu berkaitan dengan sampah. Untuk itu pihaknya melalui dinas lingkungan hidup provinsi juga memberikan tema untuk tahun ini yaitu Gotong Royong, bersih-bersih sampah diwilayah lingkungan masyarakat,” Katanya Saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at (14/7/2017) Siang.

Pihaknya menghimbau, kepada semua elemen masyarakat agar bisa menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam rangka bersih-bersih diwilayah lingkungan sekitar sehingga saat ini, khususnya kota Garut yang kedepannya mungkin menghadapi darurat sampah yang dikaitkan dengan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengingat TPA digarut saat ini sudah Overload. “Usia tampung TPA Pasir Bajing sudah mendekati titik kondisi terendah sehingga harus segera diantisipasi,” Ujarnya 

Lanjut dikatakan lagi, salah satu bentuk antisipasi kita yaitu mengelola sampah berdasarkan dari sumber, 70 persen sampah yang masuk ke TPA adalah sampah Rumah tangga, jadi dari 70 persen sampah Rumah tangga 90 persen itu berjenis sampah organik, “jadi sampah-sampah yang berasal dari dapur. Nah berkaitan dengan hal itu peran wanita atau ibu-ibu sangat signifikan dalam hal ini, agar bagaimana sampah yang keluar dari Rumah tangga masing-masing bisa berkurang 30 sampai 60 persen, yang masuk ke TPA pasir Bajing.” Paparnya 

Dikatakannya, dengan adanya kesadaran masyarakat tentang sampah yang masuk ke TPA Pasir Bajing ini bisa di sikapi dengan bijak oleh para ibu-ibu dalam hal ini, ” saya berharap peran aktif ibu-ibu sangat diharapkan sekali mengingat sampah yang saat ini masuk ke TPA Pasir Bajing merupakan sampah Rumah tangga.” Harapnya.

Dikatakan pula, pihak DLHKP kini telah meluncurkan konsep 3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.” Jadi kami sangat mengharapkan masyarakat dapat menerapkan konsep tersebut,” Harapnya.(Indra R)

BAGIKAN