​Kadisdik Dukung Penuh Kejaksaan Garut Dalam Menuntaskan Kasus Korupsi DAK

232

Kepala dinas pendidikan kabupaten Garut H.Mahmud saat dijumpai beberapa awak media dalam kegiatan Musrenbang 

GARUT, (KF).- Terkait adanya tiga pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, yang menjalani pemeriksaan sebagai saksi, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat peraga bagi sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun anggaran 2015 lalu. Kepala Dinas Pendidikan Garut, Mahmud, mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah Kejaksaan Negeri Garut tersebut.

” Ya, kami sangat mendukung Kejari Garut, dalam menuntaskan kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015 lalu,” Katanya, Rabu (8/3/2017) Siang.

Dirinya juga berharap agar kasus tersebut segera dituntaskan penangananya. Jangan sampai kasus tersebut tidak diketahui oleh masyarakat. ” Kasus yang saat ini tengah ditangani Kejari Garut harus segera dituntaskan, agar masyarakat Garut mengetahuinya terkait kebenarannya,” Ujarnya 

Lanjut Mahmud, ketiga orang pejabat Disdik tersebut, saat ini statusnya masih menjadi saksi belum ada penetapan tersangka, siapa aktor dibalik dugaan kasus tindak pidana korupsinya. Sehingga pihaknya sampai saat ini belum bisa melakukan penonaktifan bagi mereka.

” Selama mereka masih menjadi saksi maka pihaknya tidak akan menonaktifkan dari jabatannya. nanti kalau ada yang ditetapkan tersangka baru langkah tersebut akan diberikan,” Paparnya.

Diberitakan sebelumnya beberapa media, Kejaksaan Negeri Garut, pada Selasa (7/3/2017) melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang pejabat Disdik serta satu orang pihak rekanan. Terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat peraga yang dibiayai program DAK tahun 2015 lalu. 

Adapun jumlah kerugian uang negara berdasarkan perhitungan Kejari Garut mencapai Rp400 Juta.
Sebelumnya Kejari Garut, Mamik Suligiono, SH, MH, mengatakan, sampai saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para pejabat Disdik. Namun belum ada satupun yang ditetapkan tersangka serta belum ada yang menjalani tahanan. Hal ini dilakukan, masih terus melakukan penyidikan, oleh Jaksa Tindak Pidana Korupsi.

” Belum ada yang ditetapkan tersangka dan belum ada yang ditahan, sabar nanti juga akan dikabari,” Pungkasnya (dra R)***

BAGIKAN