​Karena Tak Memiliki Izin Aparat Gabungan Segel Pabrik Bulu Ayam

154
Ket Foto: Satpol-PP kabupaten Garut saat melakukan penyegelan

GARUT, (KF).-  BUKAN kali pertama, Aparat gabungan dari Satpol PP, Dinas, TNI dan Polisi di Garut, Jawa Barat, terpaksa menyegel sebuah pabrik bulu ayam untuk pakan ternak milik PT Dayoel Afta Arofa Indonesia. Pabrik tersebut ditutup paksa lantaran tidak memiliki izin operasi.

“Perusahaan ini kami tutup karena tidak memiliki legalitas perizinan, khususnya izin operasional,” ungkap Kabid Gakda Satpol PP Garut, Frederico kepada wartawan di pabrik bulu ayam, Kampung Bojong Larang, Kelurahan Sukamantri, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Senin (17/7).

Rico mengatakan, pabrik yang mulai beroperasi pada tahun 2012 tersebut sudah beberapa kali ditutup. Namun sang pemilik tetap membandel dan terus beroperasi.

“Sudah kami tutup beberapa kali, mereka tetap bandel. Sebelum penutupan kali ini, kami juga sudah peringatkan hingga tiga kali dengan memberikan surat teguran,” ungkapnya.

Dalam penyegelan kali ini, selain menyegel tempat pengolahan bulu ayam, petugas juga menyegel dan menutup aliran listrik menuju ke pabrik. Gerbang menuju ke dalam pabrik juga diblokir menggunakan besi.

“Sudah kita koordinasikan dengan PLN agar listrik di pabrik ini dimatikan,” katanya.

Selain tak memiliki izin, pabrik ini juga ditutup lantaran meresahkan warga perkampungan sekitar akibat bau tak sedap yang berasal dari area pengolahan bulu ayam di dalam pabrik itu. 

Akibat penyegelan pabrik ini, sejumlah karyawan pabrik sempat melakukan aksi perlawanan dengan melakukan demonstrasi di dalam pabrik. Sebagian pegawai sempat membentangkan spanduk bertuliskan penolakan penyegelan.

Seorang nenek bahkan mengamuk dan memaki-maki petugas yang berupaya menyegel tempat kerjanya itu. Namun aksi sang nenek yang tidak diketahui namanya itu berhasil diredam oleh petugas Polisi Militer yang juga ikut melakukan pengawalan.(Tim)***

         

BAGIKAN