​Keterbatasan Armada Menjadi Kendala Menumpuknya Sampah Diwilayah Garut

83

GARUT, (KF).-  WARGA Kampung Ciawitali dan sekitarnya kecewa dengan pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Garut. Pasalnya, tumpukan sampah yang berada disekitar lingkungan mereka tak diangkut-angkut. Padahal, warga sudah berulangkali mengeluh dan melaporkan kasus ini ke pihak DLHKP. 

“Tapi anehnya sudah seminggu lebih tumpukan sampah itu teu diangkut-angkut wae. Jengkel kudu kasaha atuh ieu teh laporanana,” kata Idris selaku Ketua RW 9, Desa Jayaraga, Kec. Tarogong Kidul, Senin (3/7/2017). 

Bahkan, warga lainnya di sekitar Jalan Aruji Kartanegara yang berdekatan dengan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) tersebut mengancam akan membuang sampah ke Pendopo jika dalam minggu-minggu ini tumpukan sampah tersebut tak diangkut. 

“Ker mah bau, numpuk, berserakan ka jalan di acak-acak ku anjing. Jengkel, lamun kieu wae mah warga rek nekad ngangkut sampah di piceun ka Pendopo,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala DLHKP Kab. Garut, Asep Suparman membenarkan masih banyaknya tumpukan sampah yang belum terangkut di beberapa titik. Asep menyebut, kendalanya adalah selain armada pengangkut sampah yang terbatas, juga volume sampah pada musim lebaran ini meningkat hingga mencapai 30 persen lebih, dan juga terhambatnya pengangkutan sampah karena arus lalu lintas macet. 

“Biasanya mengangkut sampah ke TPA Pasirbajing cukup satu atau dua jam. Tapi sekarang bisa lebih dari empat jam. Yang kedua volume sampah biasanya 600 kubik per hari tapi kini nambah lebih dari 30 persen.” kata Asep usai menghadiri acara Halal Bihalal tingkat Kabupaten di Lapang Setda Pemkab Garut, Senin (3/7/2017). 

Adapun alasan lainnya, kata Asep, adalah keterbatasan armada pengangkut sampah, yang sampai sekarang ini jumlahnya masih minim yakni sebanyak 38 unit, sedangkan jalur pengangkutan sampai di wilayah Perkotaan Garut saja mencapai 50 jalur. 

“Kendaraan yang kami punya hanya 38 mobil, tiga diantaranya tidak bisa dipakai karena rusak. Ya idealnya Pemerintah daerah itu harus punya sebanyak 50 kendaraan yang khusus mengangkut sampah,” katanya. 

Namun begitu, Asep berjanji dalam minggu-minggu ini tumpukan sampah tersebut akan segera diangkut. “Insya Alloh, minggu-minggu ini tumpukan-tumpukan sampah yang masih ada akan segera diangkut. Saya juga banyak menerima laporan keluhan dari masyarakat terkait sampah ini,” ujarnya. 

Berdasarkan pantauan “KF”, banyak tumpukan sampah yang hingga saat ini belum terangkut. Tak hanya di Kec. Tarogong Kidul saja, tetapi di wilayah Kec. Garut Kota pun banyak, seperti di Jalan Sudirman, Bratayudha, Karacak dan sekitarnya.(Indra R)

BAGIKAN