​Ketua Demokrat: Soal Proses Konvensi Seharusnya Tanya Kita

182

 GARUT, (KF).-  Menanggapi pernyataan Sekretaris Pimppinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut, Ir. H. Deni Ranggajaya, yang menyebut Partai Demokrat melakukan kebohongan publik dan menghianati peserta konvensi Partai Demokrat, karena sudah mengumumkan dua orang peserta konvensi yang dicalonkan Demokrat untuk maju pada Pilkada Garut Tahun 2018 mendatang. Padahal hasil survei terhadap empat peserta konvensi belum diketahui dan proses konvensi belum selesi.

Ketua DPC Partai Demokrat Garut, Ahmad Bajuri mengatakan, tidak banyak orang mengetahui secara detai terkait proses konvensi di Partai Demokrat tersebut sehingga wajar jika mensikapinya simpang siur. Karenanya Ia berharap kepada mesyarakat, khususnya elemen terkait konvensi melakukan klasrifikasi kepada pihaknya.
“Kami berharap siapa saja yang melihat proses ini lebih baik melakukan  klarifikasi langsung kepada kita dan tidak hanya menerima informasi satu pihak saja. Karena sejauh ini dari tim pangrojong (tim sukses peserta konvensi-red) sama sekali tidak ada yang komplain kepada kita,” tuturnya.

 
Bajuri menilai wajar jika ada pihak yang menyebut proses konvensi demokrat ada kebohongan publik, karena yang berbicara dari luar internal kader dan peserta konvensi.”wajar jika yang menilainya orang-orang diluar sana, karena mereka tidak mengetahui secara detail proses yang sesungguhnya, dan kalau saya paparkan kejadiannya akan malu dia,” ujarnya.

Menurutnya, semua poses dan tahapan dalam konvensi selalu dibicarakan secara terbuka kepada masing-masing kandidat, pendukung, timsukses bahkan tim penggembira sekalipun. ” Jadi saya yakin jika tim pangrojong dan kandidat yang selalu mengikuti kegiata rapat disini akan mengetahui secara utuh seluruh prosesnya,”Kata Bajuri kepada wartawan di Kantor DPC Partai Demokrat, Jalan Proklamasi Garut, Selasa (23/5/2017).

Bajuri menyebut selama ini pihaknya sengaja tidak menyampaikan klarifikasi setelah dalam acara jalan sehat hanya ada dua kandidat yang hadir, itu dilakukan dalam upaya menjaga nama baik para kandidat.

Bajuri menambahkan terkait dua nama kandidat yang tidak hadir dalam acara jalan sehat sebagai babak penentuan konvensi tersebut, dianggap seolah-olah mengundurkan diri. Sebab kata mantan Ketua DPRD Garut ini, acara jalan sehat tersebut sebagai rangkaian proses konvensi,” Karena yang ikut hanya dua nama, maka yang kita laporkan ke DPD dan DPP itu, hanya Pak Ahus Supriadi dan Pak Irvan,” tegasnya. 

Selanjutnya kata Bajuri yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi di Garut ini, hanya dua nama itu lah yang akan diproses oleh DPD dan DPP untuk penentuan siapa salah satunya yang akan diusung menjadi calon bupati/ wakil bupati pada Pilkada nanti.” DPP nantinya yang akan memutuskan siapa yang berhak diusung dari Demokrat ini,” tandasnya. (Jay).

 

BAGIKAN