​KPLHI Tuntut Polres dan Pemda Telusuri serta evaluasi sebab bencana

123
Ket Foto: Salah Satu galian C Diwilayah Garut

GARUT, (KF).-  BENCANA banjir di wilayah kabupaten Garut seperti sudah menjadi langganan, belum selesai penanganan korban banjir cimanuk tahun lalu kini banjir datang kembali dan ini menjadikan ancaman bagi warga masyarakat garut kedepan. Bencana di beberapa wilayah kabupaten garut disinyalir disebabkan human eror yang melakukan pembangunan tidak berwawasan ramah lingkungan.

Banyaknya daerah resapan air sudah berubah fungsi menjadi pemukiman, pabrik, serta bangunan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan. 

Galian C merambah bermunculan dimana mana. Penyempitan pembangunan drainase air yang tidak sesuai dengan kapasitas debit air, serta  kurangnya kesadaran manusia membuang sampah sembarangan, demikian diungkapkan  Roni Faizal Adam ketua Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) Garut. 

Ditambahkan Roni dari hasil kajian pihaknya menyimpulkan bencana yang terjadi di Garut disebabkan karena ulah manusia yang sudah tidak bersahabat dengan alam sekitar. 

“Banyak sekali proyek pembangunan pengalihan lahan produktif tidak lagi memperhatikan lingkungan sekitar, salah satu contoh alih fungsi lahan gunung papandayan, perusakan lingkungan di gunung guntur dengan galian, keberadaan PT. Rafles didaerah rancabango diduga menyebabkan tidak maksimalnya resapan air di hulu sehingga menyebabkan turun derasnya air di waktu hujan” ungkapnya.

Sebagai pemerhati lingkungan kami menuntut pihak Polres garut dan polda jabar untuk segera menurunkan team ke lapangan akibat bencana banjir dan mengusut tuntas terjadinya banjir di kabupaten Garut serta menangkap perusak lingkungan hidup tanpa pandang bulu. 

Untuk pihak Pemerintah Daerah kami menuntut penarikan ijin yang di keluarkan terkait PT Ail (red) di lokasi gunung papandayan, menutup segala kegiatan pertambangan yang ada di wilayah kabupaten Garut serta mencabut peraturan bupati tentang kawasan wisata daerah darajat dan jangan mengeluarkan perijinan di kawasan daerah yang sudah tidak mengindahkan lingkungan. Pungkasnya (Heri.F.H)

BAGIKAN