​LPKSM Al-Badar Perjuangan Terus Mengawasi Proses Pengembalian Dana Anggota KSPPS BMT CSI

752

(KF).- Proses pengembalian dana anggota KSPPS BMT CSI, kini sudah memasuki tahapan pemanggilan seluruh kepala cabang dan para kepala kantor seluruh Indonesia. Dalam tahapan ini, selain memperkenalkan nama-nama tim yang sudah dibentuk sebelumnya, memberikan pemahaman secara jelas kepada semua tamu undangan, mengenai langkah yang harus ditempuh oleh semua anggota koprasi yang saat ini sedang bermasalah.

Tim yang sudah ditunjuk dan mendapatkan SK resmi dari pimpinan koprasi, membacakan peraturan dan teknis tahapan pengembalian dana dengan cara berjangka. Tentu saja hal itu mendapatkan respon yang berbeda-beda dari anggota yang hadir.
Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Al-Badar Perjuangan, Vinartie Sapta Arini S.Sos, yang melakukan pendampingan dalam kasus ini berharap agar selama jalannya tahapan atau proses pengembalian dana anggota koprasi bisa berjalan lancar.

Vinartie menambahkan, pengurus koprasi yang kedua petingginya saat ini sedang menjalani proses hukum itu dianggap cukup kooperatif. Pasalnya dalam kasus serupa jarang ditemukan adanya kepedulian pihak pengurus dalam hal pengembalian dana. Terlebih sekarang dua orang pendiri atau pimpinan koprasi yang bersangkutan sedang menjalani proses hukum. Namun mereka tidak lepas begitu saja, bahkan ada niat baik untuk mengembalikan dana anggota, walau memang tidak sekaligus.

Selain mensosialisasikan teknis pengembalian dana, maksud dan tujuan dipanggilnya para kepala kantor, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten ini, tidak lain untuk memberikan informasi jelas mengenai situasi terakhir. Diharapkan tidak muncul isu atau kabar yang simpang siur, yang justru akan mengakibatkan kericuhan dan kerugian kepada anggota itu sendiri.
Proses pemanggilan kepala kantor tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu hari Sabtu (28/01/2016) dan hari Minggu (29)/1/2016) yang berlokasi di gedung pusdiklat CSI di Cirebon.

Menurut Vinartie, semua yang disampaikan oleh tim kepada para kepala kantor, nantinya akan kembali dsampaikan kepada semua anggotanya, sehingga seluruh poin-poin yang tertera di dalam draf perjanjian bisa dipahami.
Sedangkan isi perjanjian tersebut, ialah mengenai tahapan pengembalian dana, yang intinya memberikan penawaran kepada anggota. Apakah akan mengambil dana simpanan secara berkala, atau akan terus menjadi anggota dengan tidak mengambil dana tersebut, dengan catatan selama proses hukum berlangsung tidak akan mendapatkan manfaat atau profit seperti biasanya.

Setelah mendapatkan sosialisasi dari tim, para kepala kantor tersebut, diberikan formulir pilihan perjanjian yang harus diberikan dan diisi oleh semua anggotanya. Kemudian dikembalikan lagi kepada tim yang sudah ditunjuk untuk diregistrasi dan dipisahkan antara anggota yang akan mengambil dana simpanan dengan anggota yang akan meneruskan atau tidak mengambil simpanannya tersebut.
Kegiatan serupa akan digelar dua hari setiap minggunya, sampai semua anggota menerima dan mengisi formulir perjanjian itu, pungkas Vinartie.

Salah seorang kepala kantor koprasi KSPPS BMT CSI yang berlokasi di Cirebon, Abdul Basit, mengatakan, walaupun dirinya sangat merasa sedih, tatapi ia tetap harus menghormati proses hukum.
Saat ditanya mengenai draf perjanjian yang menawarkan diambil atau tidaknya dana simpanan. Abdul lebih memilih untuk meneruskan, dalam arti lain dirinya tidak akan mengambil simpanannya, dengan harapan perusahaan yang selama ini memberikan manfaat dan keuntungan kepada ia dan keluarganya bisa kembali berjalan seperti biasanya.
Abdul beranggapan, diambil ataupun tidak diambil, itu akan bisa dilaksanakan setelah putusan atau vonis di pengadilan terhadap pimpinanya nanti.  “Jadi, ya sama saja,” tukasnya.

Kendati demikian, dengan adanya niat baik perusahaan dengan mengupayakan pengembalian dana anggota saja, dirinya sangat mengapresiasi positif. “Ya, mudah-mudahan kedepannya bisa lebih baik,” harapnya.(Tim)***

BAGIKAN