​Moederland Persatukan Motor Klasik dan Motor Modern

513

Ket Foto: BIKERS MOEDERLAND MC 

GARUT, (KF).-  MOEDERLAND awalnya hanya kumpulan sebuah hoby berkendara di roda dua dengan tujuan mempererat silaturahmi serta kekeluargaan. 
Berawal dari hobi, sosok founder yg bernama Lulu senang pada modifikasi motor clasik atau tua. 

Lulu yang awalnya hanya mengembangkan suatu hobi dengan sekumpulan orang – orang yang satu tujuan di dunia klasik. 
Lulu dan kawan kawannya menyusun suatu organisasi motor modifikasi clasik dan custom degan nama “BIKERS MOEDERLAND MC” yang berasal dari kota kembang Bandung.

Ket Foto: Pengurus Bikers Moderland

Tujuan berdiri Bikers Moederland MC pada tanggal 13 Juni 2013, adalah untuk membangun beberapa kegiatan kekeluargaan serta aktifitas Touring. Saat ini moederland sendiri sudah membangun beberapa kegiatan seperti usaha, pengajian, silaturahmi untuk ke beberapa komunitas di bandung serta menghadiri beberapa kegiatan seperti kunjungan Aniversery komunitas/ club dan beberapa event, seperti yang diadakan jarum coklat Moto Fun Bikers.
Moederland sendiri sekarang sudah beranggotakan 33 orang. Moederland tidak hanya ada di Bandung akan tetapi di daerah Garut sendiri moederland sudah berdiri, walaupun saat ini baru beranggotakan 9 org. 

“Karena misi dari moederland sendiri ingin mempersatukan antara motor clasik dan motor edisi sekarang, tidak ada unsur batasan karena pada intinya manusia merupakan mahluk sosial. Moederland sendiri berazaskan pada Pancasila dan undang-undang dasar 1945,” ujar sang presiden, Lulu yang didampingi salah seorang ketua divisi, Dadan Gumilar, Senin(15/5) Siang.

Sementara untuk Kepengurusannya sendiri, Struktur Moederland terdiri dari Presiden, yaitu Lulu, Wapres Entiz, Bendahara Tedi. Serta kesekretariatan yang terdiri dari Divisi Pemberdayaan/ humas, Divisi Penertiban, Divisi Touring, Divisi kelengkapan dan wirausaha, Divisi mekanik serta Divisi prospek.
Dibidang kewirausahaan moederland Mc mengangkat potensi member dengan berdirinya Barber dan kuliner (jajanan sunda seperti jagung bakar, badjigur,  gorengan dll). 

Hal ini bertujuan untuk mengangkat perekonomian member,  selain itu penjualan mechandise dg sistem usaha bersama dimana modal dari kas club dan member menjual dengan sistem bagi hasil. 

“Saat ini kami memiliki Cek point atau cabang kecil di beberapa chapter (kota/kab) diantaranya Garut, Sukabumi, Bali, Jawa Tengah (Pantai Maganti), Yogyakarta, Kuningan dan beberapa kota kabupaten di Jawa Timur,” pungkas Lulu. (dra R)***

                              

                              

                              

                              

            

BAGIKAN