​MQK Tingkat Provinsi Bakal Digelar di Kabupaten Cianjur, Garut Diharapkan Masuk Juara Pertama

701

Ket Foto: Ketua Forum Pondok pesantren kabupaten Garut KH Muslim Hadi Ma’mun, M. Pd didampingi Kasi Kasi PD.Pontren H.Surya

GARUT, (KF).- MQK (Musabaqoh Qiroatil Kutub) adalah perlombaan yang dilaksanakan tiap tiga tahun sekali, guna menyaring para pemikir kajian kitab-kitab salaf atau yang biasa disebut sebagai “kitab kuning” dari berbagai pesantren di Indonesia. 

“Perlombaan ini mencakup seputar kitab-kitab yang biasa dikaji di lingkungan pesantren diantaranya Tafsir Al-Quran, Nahwu, Fiqih, dan lain-lain yang masing-masing terbagi menjadi tingkatan penguasaan secara spesifik lagi seperti tingkat Ula : untuk pemula, Wustho : untuk pertengahan, dan Ulya : untuk kajian tertinggi.” Ucap KH Muslim Hadi Ma’mun, M. Pd yang merupakan ketua Forum Pondok pesantren kabupaten Garut, didampingi Kasi PD Pontren H. Surya, Jum’at (5/5/2017) Siang.

Lanjut ,KH Muslim Hadi , untuk tahun ini MQK tingkat provinsi bakal diadakan di Kabupaten Cianjur,  tepatnya di pondok pesantren Al- Hitihad. Dari tanggal 22 sampai 27Juli 2017. 

“Pesertanya seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat,(Garut) dan untuk tingkat Nasional rencananya akan di adakan pada bulan Oktober di Kota Jepara, Provinsi Jawa Timur,” Katanya

KH Muslim Hadi Ma’mun menjelaskan, perbeda antara MTQ dan MQK.Karena sistem yang berbeda dan materi yang berbeda, 

“Musabaqah Tilawatil Quran( MTQ) perlombaan nya lebih didominasi pada baca Quran saja, dalam arti menghorijor hurupnya, lantunannya, seninya. Sedangkan untuk Musaboh Qiroatul Kutub(MQK) lebih kearti dan lebih kemakna,” Jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, Untuk peserta tingkat kabupaten hari Senin rencananya akan ada seleksi untuk menuju perlombaan ditingkat provinsi, “dijawabarat belum semua mengadakan seleksi, Karna masih menunggu juklak dan juknis, dikarenakan ada perubahan. Yang sudah melakukanpun nanti akan ada revisi, baik revisi perubahan di materi tikal, dan perubahan di materi usia, jadi kitabnya aga diperingan juga usianya aga dituaan sedikit, jadi ada tambahan dua tahun,” Ujarnya 

Lanjut ia berharap, minimal untuk perlombaan nanti ditingkat provinsi kabupaten Garut masuk 1.2 dan 3 , sebab mau tidak mau, dan walau bagaimanapun kabupaten Garut itu pusat studi pesantren dan pusat studi pendidikan kitab salafiyah. Harapnya (dra R/J.wan)

BAGIKAN