​Nenek Aisyah Penderita Tumor Butuh Uluran Tangan

154

GARUT, (KF).- Sungguh malang nasib yang dialami Seorang nenek bernama Siti Aisyah (63 tahun). Warga kampung Kiaradodot RT 1/RW 1, Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora, kabupaten Garut. dirinya kini menderita penyakit tumor perut. Sudah sepekan terahir ini ia tinggal di putranya di Banjaran Kab. Bandung sambil berobat jalan ke RS Hasan Sadikin (RSHS) menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

Maesaroh (48) adik kandung Aisyah menceritakan, tumor perut yang diderita kakaknya sudah berlangsung sekitar 1 tahun lalu. Kini kondisinya semakin lama semakin membesar, dan beratnya mencapai sekitar 25 kilogram dengan besar lingkaran berdiameter satu meter. 

” Pertamanya ada benjolan di bagian pusar sebesar telor.sebelumnya pernah dibawa untuk berobat ke dr.Slamet Garut memakai Jamkesmas.” Ucap Maesaroh, Selasa (31/1/2017). 

Lanjut ia,  Aisyah sempat dirawat selama dua minggu. Namun, saat akan dilakukan operasi tiba-tiba muncul lagi benjolan baru di perut sebelah kiri. Sehingga operasi pun ditangguhkan lalu dia pun dirujuk untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung. 

” kami tidak punya biyayanya untuk ongkos dan bekal selama di rawat di bandung. Kata pihak  rumah sakit katanya tumor perut,” Cetusnya. 

Selama tinggal dirumah kurang lebih satu tahun kondisi perut Aisyah setiap harinya semakin membesar. Kondisi terahir, selain perut Aisyah membesar, juga ibu dari satu orang anak itu tidak dapat berjalan. Bahkan berat perutnya juga kini mengganggu pernapasan. Atas dasar rujukan dari pengurus RT/RW setempat dan keluarganya, 

pada Januari 2017 ini ia kembali berobat ke RS Hasan sadikin Bandung. Diakui ketua RT 1/10, Desa Gandamekar, Nunu Nugraha (56). Aisyah seorang janda memiliki satu anak. Ia tinggal sendirian dirumah yang kondisinya sudah memprihatinkan. 

“Saat akan berangkat ke Bandung juga ongkosnya hasil sumbangan dari para tetangga secara door to door. Suami Aisyah bernama Ade pekerja serabutan tetapi sudah lama bercerai, sekarang Aisyah tinggal di anaknya di Banjaran. Anaknya juga kerjannya serabutan,” ujarnya.
Sementara Kepala Desa Gandamekar, Popo Kosasih mengatakan, pihak Desa terus berupaya untuk membantu penanganan Aisyah untuk berobat, agar tumor di perutnya bisa di operasi “Sudah jauh-jauh hari kami mengutus kader desa untuk menyelesaikan dan mengurus surat-surat yang diperlukan dalam penanganan operasi atau pengobatan ke RS Hasan Sadikin Bandung.” ujarnya. Untuk itu, Popo memohon kepada siapapun orangnya termasuk pembaca Kabar Priangan agar dapat membantu untuk biaya pengobatan Aisyah. (dra R)***

BAGIKAN