​Orang Gila Marak Dipusat Kota Garut

400

Ket Foto: Satu dari beberapa orang gila diwilayah kota garut 

GARUT, (KF).-Sejumlah orang gila berwajah baru mulai bermunculan di pusat kota Garut sejak ahir Maret lalu. Orang gila tersebut hilir mudik di pusat perkotaan dengan kondisi kotor, bahkan di antaranya ada yang tidak berpakaian ke bagian bawahnya. Sehingga membuat kondisi wilayah perkotaan Garut kurang nyaman.

Agus (40) Warga Kp kaum leubak kecamatan Garut kota mengatakan diwilayah perkotaan seperti di Pengkolan jalan Ahmad Yani Ciledug serta beberapa jalan diperkotaan Garut banyak sekali beberapa orang gila yang lalu lalang, mereka nampak terlihat bukan seperti warga Garut, akan tetapi seperti warga dari kabupaten lain,” ya saya lihat banyak diwilayah perkotaan orang gila bahkan mereka sudah nampak kotor dan bau, terlihat dari pakaian juga rambut yang gimbal dan berbicara dengan logat seperti orang luar garut,” Katanya 
Lanjut ia, pihaknya tentu berharap kepada dinas terkait agar bisa sesegera mungkin menertibkan orang gila yang berada diwilayah perkotaan atau Dikabupten Garut agar masyarakat merasa nyaman.”ya tentunya saya berharap dinas terkait bisa menertibkan lah, kasian juga kalau dibiarkan berkeliaran selain mengganggu kenyamanan masyarakat, juga wilayah perkotaan Garut nampak kurang indah kalau banyak dipinggiran jalan terlihat orang gila,” harapnya

Ket Foto: nampak di pinggiran jalan Ciledug diduga salah seorang yang memiliki gangguan jiwa tengah makan nasi bekas

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Garut, Hj. Elka Nurhakimah tidak membantah, adanya pihak dari luar yang sengaja membuang orang gila ke Garut. Namun, selama ini Pemerintah daerah juga sulit menangani atau menertibkan masalah orang gila tersebut. 

“Memang ada laporan, katanya orang gila itu kiriman dari luar. Kami sendiri memang kesulitan menangani atau menertibkan orang gila itu. Ya benar yang berhak menertibkan kan Satpol PP. Tapi mau dibagaimanakan dan mau dikemanakan kalau ditertibkan itu,” kata Elka di kantornya, Kamis (6/4/2017). 

Menurut Elka, masalah orang gila disemua Kabupaten/Kota, pusat maupun daerah selalu menjadi pembahasan dan permasalahan. Namun, sampai saat ini pula belum dapat ditangani. “Kalau ditanganinya harus bagaimana, kalau dibuang, ya dibuang kemana kan tidak manusiawi,” katanya. Menurut dia, berbeda dengan orang gila baru atau yang ada keluarganya. Pemerintah juga bisa koordinasi atau menanganinya secara bersama-sama dengan pihak keluarga. “Tapi kalau orangnya sudah kotor seperti itu harus bagaimana,” kata Elka. (Indra R)

BAGIKAN