​Organda Tak Terima Adanya Go-Jek Online Di Kabupaten Garut.

534
Ket Foto: Sekjen dan Bendahara Organda Garut, Yudi Nurcahyadi didampingi Ajat Sudrajat

GARUT, (KF).-  Keberadaan GOJek Online yang rencana akan beroperasi di kabupaten Garut, kini mendapat penolakan dari sejumlah kalangan di antaranya para pengusaha angkutan umum, sopir dan para ojeg lokal (Reguler) di wilayah Kabupaten Garut, yang pada akibatnya para pengusaha  menekan terhadap Organda untuk berupaya agar dapat menolak adanya ojek On-line yang rencananya dalam waktu dekat ini akancsegera beroprasi menjalankan usahannya.

Terkait dengan desakan para sopir dan pengusaha angkutan atas penolakan adanya ojek on-line, Sekretaris jendral, Yudi Nurcahadi yang di dampingi oleh Bendahara Organda Kabupaten Ajat Sudrajat, menyampaikan” bahwa rekrutmen pihak ojek online hingga saat ini tidak ada sama sekali kordinasi walau sekedar untuk pemberitahuan kepada pihak kami(Organda),

“Maka besok kami akan melakukan aksi demo terkait penolakan adanya ojek online di Garur ,dan aksi demo penolakan akan dilakukan bersama dengan sejumlah pengusaha juga para sopir, yang kemudian kedaraan umum di sejumlah titik akan melakukan mogok (tidak beroprasi) jelas Yudi kepada para awak media saat di temui di Kantor Organda jalan Suherman kabupaten Garur,Senin(17/7/2017)

“Kami tidak terima,berang Yudi,kami tetap akan berisi keras untuk menolak adanya Go-Jek untuk beroprasi di Garut,pasalnya ojek online tidak jelas ,dari mulai keberadaan kantornya dan juga ligelitasnya pun masih belum di ketahui apakah legal atau ilegalnya mengenai tentang dasar dan payung hukumnya.

Yudi menegaskan ,kepada pihak pemerintah terkait,bila mana tidak ada upaya untuk segera menghentikan  Go-Jek tersebut,maka pihaknnya akan menggumpulkan para anggota guna menhimpun kekuatan untuk menolak keras terhadap adanya ojek online yang akan beroprasi di kabupaten Garut ini. tegas Yudi.

 “Padahal kita para pengusaha dan sopir angkutan umum sekarang ini, kondisinya sedang terpuruk karena kekurangan penumpang umum alias sepi,apalagi sekarang akan di tambah dengan ojek online yang tentu akan berdampak besar terhadap para angkutan umum yang senantiasa sudah biasa beroprasi aktive pada setiap hari,maka dapat kita bayangkan seperti “sudah jatuh kini tertimpa tangga,” Kata Bendahara Organda Garut, Ajat Sudrajat saat mendampingi Sekretarisnya di kantor Organda.(Tim)***

BAGIKAN