​Para Pencari Kerja Di Garut Ke Kota Besar Tinggi 

130

Ket Foto: net

GARUT, (KF).-  Hingga saat ini para penganggur atau pencari kerja (pencaker) yang mendaftarkan diri ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, masih didominasi pencari kerja ke kota-kota besar kawasan industri, seperti Karawang, Bekasi, dan Jakarta. 

Sedangkan sebagian lainnya mencari kesempatan kerja di daerah Kabupaten Garut sendiri. Para pencaker yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan kartu angkatan kerja (AK1) atau kartu kuning ke Disnakertrans tersebut sebagian besar merupakan lulusan SMA/SMK. 

Kabid Transmigrasi dan Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Kab. Garut, Amir Sudrajat, mengatakan, jumlah pencari kerja terdaftar di Disnakertrans sejak Januari hingga Mei 2017 ini mencapai 7.950 orang. 

Jumlah tersebut kemungkinan terus meningkat, dan bahkan membeludak hingga usai Idul Fitri 1438 H mendatang, seperti tahun-tahun sebelumnya seiring banyaknya lulusan baru SMA/SMK maupun Perguruan Tinggi. 

“Selama Mei ini saja jumlah pencaker mencapai 2.319 orang, atau jika di rata-rata terdapat 129 pencaker per hari mendaftarkan diri mendapatkan AK1 di kantor layanan pembuatan AK1 di Disnakertrans Garut,” katanya, Rabu (31/5/2017) Siang. 

Sehingga, hampir setiap hari pelayanan di sana berlangsung melewati batas jam kerja. “Di antara mereka ada yang hendak bekerja di Tangerang, Bekasi, maupun pertokoan seputar Garut Kota, dan ada juga yang hanya mendaftar sebagai pencaker.” ucap Amir. 

Menurut dia, untuk mendapatkan kartu AK1 sendiri sangat mudah. pemohon atau pencari kerja (Pencaker) cukup mendaftarkan diri ke pelayanan pembuatan AK1 di Disnakertrans, Jalan Patriot, dengan menyertakan foto kopi KTP, foto kopi ijazah, dan pas foto. 

“Pendaftaran pun tidak dipungut biaya. AK1 berlaku selama dua tahun, dan dapat diperpanjang selama enam bulan sekali.” ujarnya. 

Amir menambahkan, pada Mei 2017 ini juga ada sebanyak 25 purna tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Korea Selatan asal Garut mendapatkan pembinaan dari BP3TKI Bandung di Garut. Mereka mendapatkan pelatihan kewirausahaan peternakan ayam meski terdapat di antaranya kini sedang membuka usaha foto kopi maupun peternakan sepulangnya dari luar negeri. Kegiatan pembinaan tersebut dilakukan bertujuan supaya hasil usaha mereka dari luar negeri itu bisa langsung dimanfaatkan untuk modal usaha mandiri. 

“Mei ini juga diagendakan ada pemberian informasi kerja serta wawasan baru ketenagakerjaan kepada 50 peserta oleh Kemenaker,” katanya. (dra R)***
 

BAGIKAN