​Pemkab Akan Melakukan Imunisasi dan Vaksinasi Siswa SD dan SMP 

117
Ket Foto: Wakil Bupati Garut, Dr.Helmi Budiman disamping Kabid Dikmen Drs.Totong (Foto oleh: Indra R)

GARUT, (KF).-  PERTUMBUHAN dan Perkembangan Anak bukan hanya dinilai dari sisi pendidikan saja, namun dari sisi kesehatanpun tentunya harus tumbuh dengan baik. 

Salah satu penghambat pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak-anak kita ternyata adalah masih banyaknya anak-anak kita yang umurnya kurang dari 15 tahun, yang masih terkena penyakit campak dan rubella. Ucap Wakil Bupati Garut, Dr. Helmi Budiman Usai menghadiri kegiatan Silaturahmi Idul Fitri 1438 H dan pembinaan Kepala Sekolah SMP se-Kabupaten Garut, Digedung Pendopo Alun-alun Garut, Sabtu, (15/7/2017) Pagi.

Dikatakan Helmi, pihaknya akan melakukan imunisasi dan Vaksinasi pada  Agustus dan September, dan tentunya hal itu perlu adanya dukungan dari semua pihak, termasuk kepala sekolah, ” kenapa dari kepala sekolah. Objek imunisasi campak itu ternyata anak yang Berumur kurang dari 15 tahun, dan itu hampir semuanya anak-anak SD dan SMP makanya dalam kesempatan ini sayapun mensosialisasikan Karna ini menyangkut terhadap kesehatan anak-anak kita,” Katanya.

Lanjut dikataka, kalaulah anak-anak kita terkena penyakit campak mereka akan sakit selam 10 hari, sementara dengan waktu 10 hari itukan merupakan waktu yang cukup panjang buat anak-anak kita, “mereka akan kehilangan kesempatan belajar bahkan beberapa pelajaran, oleh Karna itu saya minta dukungan pihak sekolah agar nanti, dari pihak puskesmas datang ke sekolah itu anak-anak kita sudah disiapkan dan dilakukan imunisasi campak dan rubella,” ucapnya.

Makanya dalam hal ini Pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Harus kerjasama, “kalau anak balita kan kerjasamanya dengan Pos yandu dengan masyarakat langsung, kalau anak-anak SD/SMP harus kerjasama antara dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, dan insaalloh barusan juga mereka saya minta disamping disampaikan kepada kepala sekolah saya tekankan kepala Dinas melalui pak Kabid agar mendukung program tersebut,” Ujarnya.

Penyakit Campak tersebut selain mengganggu aktivitas anak-anak kita, juga ada dampaknya bagi ibu-ibu hamil, ” jadi misalkan anak kita yang terkena campak umur 14 Tahun terkena campak kemudian ibunya hamil, atau tetangganya yang hamil itu bisa menular kepada ibunya, dan ibunya kalau terkena penyakit rubella itu, anaknya akan mati dalam kandungan, dan artinya dia akan meningkatkan angka kematian ibu dan bayi digarut,” Paparnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Dikmen pada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Drs Totong mengungkapkan, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan Dinas kesehatan kabupaten Garut, bahwa bulan Campak Nasional akan digelar pada bulan Agustus dan September. kita sudah siap Karna ini dari umur 9 Bulan sampai 15 tahun, jadi ada jenjang Paud, SD dan SMP, ” kemarin kita ada kordinasi dengan setiap kepala sekolah untuk menyiapkan diri dan nanti akan kordinasi dengan pusat kesehatan masyarakat didaerahnya masing-masing,” Ungkapannya 

Lanjut Totong, pihaknya sangat mendukung sekali dengan program tersebut Karna program tersebut sangat berdampak pada kesehatan anak-anak kita, “kalau tidak ada imunisasi campak bagai mana tingkat kesehatan anak-anak kita, tentunya program tersebut kita dukung sepenuhnya,  demi tercapainya anak-anak kita yang sehat juga bisa mendukung untuk dunia pendidikan.” Pungkasnya. (Indra R)

BAGIKAN