​Pemohon KTP/KK Membeludak Kecamatan Kadungora Libatkan Seluruh Staf

133
Ket Foto: Warga Saat melakukan antrian KTP/KK

GARUT, (KF).- POLEMIK tentang Kartu tanda Penduduk (KTP) dari mulai pusat sampai daerah menjadi masalah yang sampai saat ini ramai diperbincangkan.

Berbagai cara terus dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut, seperti halnya yang dilakukan pemerintah Kecamatan Kadungora kabupaten Garut

Camat Kadungora H. Dudung M.SI, saat di wawancara  Rabu(19/7/2017) mengatakan, memang belakangan ini masyarakat pemohon untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) membeludak.

“Akhir akhir ini mayarakat pemohon KTP dan KK memang sangat membeludak, tiap hari tidak kurang dari 200 pemohon baik untuk pembuatan KTP maupun KK, dikarenakan adanya asumsi pembuatan masal yang pada bulan bulan sebelumnya kekurangan blangko. Padahal ini merupakan pelayanan biasa cuma sekarang blangko cukup tersedia sampai kemarin saja kami menyediakan blangko sebanyak 6000 lembar. Memang untuk mempercepat pelayanan kita mempunyai kendala dalam hal peralatan baik alat foto maupun komputer cetak kartu keluarga, namun kita terus berupaya untuk memberikan pelayanan dengan melibatkan seluruh staf yang ada tidak hanya tertumpu pada bagian staf pelayanan saja tapi semua staf kita libatkan untuk memberikan kepuasan pelayanan kepada masyarakat Kadungora”, ungkapnya.

Ditambahkan Dudung karena mekanismenya sekarang pembuatan KK harus tandatangan basah Kadis Disdukcapil, maka kami mengirim petugas membawa blangko yang sudah dicetak ke Disdukcapil untuk ditandatangani Kadis, beda dengan dulu yang sudah ada scanner tanda tangan Kadis kita bisa menyelesaikannya di tingkat kecamatan.

“Walaupun harusnya sendiri sendiri mengambil ke kantor Disdukcapil, namun wajib hukumnya bagi kami membantu dengan berbagai konsekwensi yang ada untuk mengambil secara kolektif, itu sebagai bentuk pelayanan kami kepada masyarakat”, ujarnya. 

Masih kata Dudung dalam pembuatan KK yang telah direkap dan dicetak pagi, masyarakat bisa mengambil siang hari, dan yang siang hari bisa mengambil sore hari atau besok paginya secara gratis sesuai UU No 24/2014 pasal 79 a. Sementara untuk memudahkan masyarakat pemohon untuk mengecek selesai tidaknya, kami rekap serta ditempelkan di papan pengumuman di depan kantor” pungkasnya. (heri)***

BAGIKAN