​Penasihat HPDKI Garut: Berharap Bibit Domba Garut Yang Bagus Berada Kembali di Garut

131

GARUT, (KF).-Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Garut yang ke- 204, Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Garut, menggelar Seni Pamidangan Domba Garut, yang dilangsungkan di Arena Lapangan Adu Domba (Arlamba) Kampung Cimuncang, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, yang diikuti oleh 320 domba adu dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Dalam adu ketangkasan domba Garut tersebut dibagi dua kelas, yakni Kelas A 70Kg Ketas dan Kelas B 60 Kg-70 Kg, dengan melangsungkan 160 pertandingan.
Pagelaran Seni Pamidangan Domba Garut, dihadiri oleh Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Kapolres Garut, AKBP. Novri Turangga, Ketua DPP HPDKI, Yudi Guntara serta penggiat domba Garut, yang juga penasehat HPDKI Kabupaten Garut, Yudi Nugraha.

Ribuan penonton memenuhi Arena Lapangan Adu Domba (Arlamba). Meraka tidak henti-hentinya bersorak sorai ketika domba yang memiliki kualitas bagus bertarung.
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, dalam sambutannya mengatakan, acara Seni Pamidangan Domba Garut, yang dilaksanakan HPDKI Kabupaten Garut, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Jadi Garut (HJG) yang Ke-204 yang jatuh pada tanggal 16 Februari 2016 mendatang. 
” Domba Garut sudah terkenal dan menjadi Icon Kabupaten Garut, sehingga budaya adu ketangkasan domba Garut harus dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya, Minggu (12/2/2017).

Menurutnya, domba Garut merupakan salah satu khas Kabupaten Garut. Bahkan selain adu ketangkasan domba, domba Garut juga bisa melengak lengok diatas catwalk (Domba Catwalk). ” Kami mendapatkan informasi kalau lomba domba Garut, juga akan masuk ke Istana Presiden,” Singkat Helmi.

Sementara Penasihat HPDKI Kabupaten Garut, Yudi Nugraha, yang juga penggiat domba, mengatakan, diselenggarakannya seni pamidangan domba Garut bertujuan ingin “Nagmumule” dan melestarikan budaya doma. Dimana saat ini budaya domba sudah mulai menurun. Adapun peserta yang mengikuti ketangkasan adu domba Garut ini datang dari luar daerah Kabupaten Garut, termasuk dari luar daerah Provinsi Jawa Barat.
” Kami HPDKI ingin melestarikan budaya ketangkasan adu domba Garut,” ujarnya.

Lanjuta Yudi, diharapkan seni pamidangan domba Garut atau yang lebih dikenal dengan adu ketangkasan domba Garut, bisa terus dilaksanakan di Kabupaten Garut. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan kembali budaya domba Garut.

” Garut dari sejak dulu sangat terkenal dengan domba Garutnya. Namun saat ini memang sangat sulit untuk bisa menemukan bibit yang berkualitas, soalnya bibit domba Garut yang bagus sudah berada di luar Kabupaten Garut,”

Guna mengembalikan kembali bibit domba Garut yang berkulaitas, pihaknya bersama HPDKI Kabupaten Garut, terus berusaha untuk membeli kembali. Sehingga nantinya bibit yang berkulaitas bagus berada kembali di Kabupaten Garut.

” Kami ingin bibit domba Garut yang bagus berada kembali di Garut, tidak lagi berada di luar Garut,” tegas Yudi.(dra R)***

BAGIKAN