​Pengungsi Korban Banjir Cimanuk Mengaku Jenuh Lama Di Pengungsian 

105

Ket Foto: Salah seorang Pengungsi korban banjir yang saat ini berada di pengungsian di gedung Islamic centre,kecamatan Garut kota 

GARUT, (KF).-  Rahmat(50) Warga cikikisik, kecamatan Tarogong kidul,  yang merupakan korban banjir bandang Sungai Cimanuk, pada September tahun kemarin, yang kini tinggal bersama keluarganya dipengungsian, di gedung Islamic centre, kecamatan Garut Kota, mengaku sudah mulai jenuh berada di pengungsi. 

Pasalnya keberadaan di pengungsian saat ini sudah hampir setengah tahun lebih, “Ya jelas jenuh, hampir setengah tahun lebih berada di pengungsian,” Katanya

Dikatakan Rahmat, bantuan baik dari pemerintah ataupun dari donatur hingga saat ini masih sering ia terima,” kalau bantuan beras Alhamdulillah, masih Nerima sampai saat ini, baik itu dari pemerintah ataupun donatur, namun itu terkadang hanya beras dan sembako lainnya,” Ucap Rahmat saat dijumpai Koran-fakta.com di pengungsian, selasa(16/5) Sore.

Diakuinya, tuntutan kebutuhan hidup tidak bisa cukup berdiam di pengungsian menunggu bantuan dari pemerintah atau donatur, apalagi beberapa hari lagi akan masuk bulan suci Ramadhan, jelas kebutuhan hidup serta tuntutan yang kerap kali datang untuk mencukupi kebutuhan ke empat anaknya menjadikan dirinya berani melangkah dengan menjadi tukang ronsok, “kalau masalah beban hidup jelas lebih tinggi, dan tidak cukup hanya menunggu bantuan. Saya memiliki Tujuh Anak yang tiga sudah berumah tangga dan yang 4 bersama saya, tapi semuanya ada di pengungsian,” Ujarnya 

Rahmat berharap datangnya bulan suci ramadhan bisa membawa keberkahan bagi semua keluarganya serta pengungsi yang lain, yang bernasib sama dengannya dan berharap, pemerintah kabupaten garut bisa lebih memperhatikan nasib para pengungsi. Ungkapnya. (dra R)

BAGIKAN