​Pertama, Pemilihan OSIS Secara Online

263

GARUT,(KF).- Secara umum tekhnik pemungutan suara untuk menentukan pemenang pada pemilihan calon pimpinan, seperti pada pemilihan umum (Pemilu) dilakukan dengan cara memilih tanda gambar, nomor urut, atau nama calon, dengan cara dicoblos, diberi tanda tertentu, atau ditulis. Namun cara yang tak biasa dilakukan pada pemilihan calon Ketua dan calon Wakil Ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMKN 1 Garut, dilaksanakan dengan sistem vote ektronikal atau pemilihan secara online. 

Menurut Kepala Sekolah SMKN 1 Garut, H. Dadang Johar Arifin, setiap tahunnya selalu dilakukan inovasi baru dalam berbagai hal. Termasuk dalam pelaksanaan pemilihan pemimpin OSIS. ” Waktu itu, kita panggil para guru – guru IT untuk membuat sistem pemilihan OSIS supaya tidak menganggu kegiatan belajar mengajar dan dapat dilakukan dengan cepat dan efesien,” jelasnya. 

Dengan tersedianya fasilitas komputer dan server dengan kapasitas besar, yang didukung koneksi internet yang sangat besar untuk ukuran sekolah. Maka katanya,  pihak sekolah memutuskan pemilihan calon ketua. wakil ketua OSIS dengan sistem pemilihan secara online.

” Ide awalnya, karena kita punya fasilitas komputer yang lengkap, koneksi internet juga kita punya sangat besar, maka muncul gagasan untuk melaksanakan pemilihan secara online. Dengan sistem ini proses pemungutan, hingga keluar hasilnya jauh lebih cepat dibandingkan dengan cara manual. Cara ini juga menghemat biaya ATK,” ungkap Dadang, saat menyaksikan proses perhitungan cepat hasil pemungutan suara, yang terlihat di layar monitor, Sabtu (04/02/2017). 

Terbukti, sistem pemilihan dengan cara online ini hasilnya jauh lebih cepat. Dalam waktu satu jam lebih 20 menit, hasil pemgungutan suara, dengan jumlah pemilik hak suara 2500 orang, sudah selesai dan kelihatan hasilnya.” Biasanya kalau dengan sistem manual, dari proses pemilihan, hingga selesi perhitungan suara, bisa sampai 5 jam,” katanya.

Adapun cara pemilihan yang sistemnya  dibuat sendiri itu, langsung bisa diakses dari smartphone maupun laptop yang langsung mengakses pada webseit SMKN 1. Disana siswa akan memasukan No induk siswa dan paswod yang telah ada. Lalu siswa diberikan pilihan untuk calon No 1 dan No 2. “Untuk masing-masing nomer induk siswa, hanya bisa digunakan satu kali, termasuk No induk guru juga hanya satu kali. Kalupun dipaksakan untuk milih dua kali dengan no induk yang sama, maka tidak akan bisa karena sudah ada kode – kode tertentu,” terangnya. 

Sistem yang baru pertama kali digunakan di Garut ini bisa menjadi percontohan bagi sekolah – sekolah lain yang sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Cara ini tak perlu ada surat suara, kotak suara, tempat pemungutan suara (TPS) dan tinta.”Kami harap ini bisa ditiru oleh sekolah lain. Bahkan oleh KPUD Kabupaten Garut, karena ini selain sangat murah, mudah dan efesien serta hasilnyapun bisa langsung dilihat,” katanya. 

Hilda Nurkhalidah (16) salah satu siswa kelas X, mengaku senang bisa ikut partisipasi pada pemilihan online yang pertama kali diselengarakan. “Sangat bagus buat kedepannya dan pemanfaatan teknologi juga sangat menghemat waktu, kita tidak perlu datang ke TPS, bisa di kelas, sehingga tidak mengganggu proses  belajar,” ucapnya. (Jay). 

BAGIKAN