​Puluhan Warga Kembali Ontrog Kantor Kepala Desa Padaasih 

434

Ket Foto: Warga saat mendatangi kantor Desa Padaasih   

GARUT, (KF).-  Bukan kali pertama, Warga Desa Padaasih, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut Jawa Barat, mendatangi Kantor Desa untuk melakukan aksi demonstrasi terkait adanya dugaan permainan saat pencoblosan kepala desa serentak, pada 22 Mei 2017 Lalu.

Ratusan warga masyarakat tersebut melakukan orasi dihalaman kantor Desa Padaasih, dan menuntut agar ada pemilihan ulang kepala Desa, hal itu dikarenakan ratusan warga masyarakat  saat waktu pencoblosan tidak mendapatkan surat undangan pencoblosan, sehingga mereka tidak bisa mencoblos.

Ojat Sudrajat yang merupakan salah seorang kordinator aksi tersebut menggatakan, kedatangan warga ke kantor Desa Padaasih, tersebut untuk menuntut agar diadakan kembali pemilihan ulang, Karna pemilihan Pilkades kemarin diduga adanya kecurangan.

“Intinya kami meminta hak suara, bagi masyarakat yang tidak bisa menyampaikan hak suaranya pada saat pencoblosan, dikarenakan tidak menerima surat panggilan saat pemilihan,” katanya, Senin(29/5/2017) Sore.

Diakuinya, hampir ratusan masyarakat yang pada saat pencoblosan itu tidak bisa menggunakan hak suaranya, ” di Kp.Melati Rw 05 saja hampir 200 orang lebih yang tidak bisa menggunakan hak suaranya, makanya kami mempertanyakan, hak suara kami,” Akunya 

Lanjut Ojat kalau DPT, justru saat kemarin-kemarin ada. Namun ngambilnya dari mana itu DPT, ” jadi saya menduga adanya kecurangan dari sebagian panitia, namun kecurangan tersebut entah kerja sama dengan siapa,” Cetusnya.

Sementara ditempat yang Sama, Edeh(32) Warga Kp. melati mengaku kecewa dengan pola pemilihan Pilkades yang dilaksanakan di Desa Padaasih, saya sudah hidup bertahun-tahun di kampung melati Desa Padaasih ini namun saat pencoblosan kemarin kenapa saya tidak dapat surat panggilan suara, ” kenapa yang meninggal dunia ada panggilannya, sementara orang yang masih hidup tidak ada. bahkan yang tidak ada itu hampir semua pendukung H.Cecep semua, dan saya yakin kalau tidak di curangi H.Cecep pasti menang dalam pemilihan kepala desa kemarin, dan saya meminta harus ada pemilihan ulang bagi warga yang tidak memperoleh surat panggilan suara” Ucap Dedeh dengan warga lainnya.

Lanjut Dedeh dikatakan, bahkan surat panggilan yang diberikan pegawai desa tersebut untuk yang menerima itu diberikannya sesudah shalat magrib. Bahkan adapula yang memberikannya saat tengah malam sekitar jam 24:00, bahkan tidak melalui RT, sehingga kami mau usul kemana kalau pemberiannya seperti itu. Tegasnya

Menanggapi ketidak puasan warga atas hasil pemilihan kepala desa tersebut. PJS Kepala Desa sementara Desa Padaasih, Ade Nasir mengatakan, kalau untuk masalah tersebut silahkan saja kalau memang tidak puas dengan hasil pemilihan bisa langsung ke panitia. Kalau saya sendiri kan hanya sebatas memfasilitasi, apakah warga mau audensi dengan Panitia silahkan,” Kata Nasir

Lanjut Nasir, gugatan mengenai hal tersebut, sudah dilayangkan ke pihak kabupaten, bahkan ke Bupati Garut pun sudah disampaikan, dan arsipnya ke panitia ke BPD juga pihak kecamatan, jadi kita hanya tinggal menunggu hasil kesimpulannya Dikabupten, “karna saya sendiripun tidak punya keputusan”. Ucap Nasir 

Lebih jauh lagi dikatakan Nasir terkait banyaknya warga yang tidak terdaptar dalam DPT, pihaknya mengaku tidak tau bahkan disarankan agar mempertanyakannya ke pihak panitia, ” saya tidak tau itu bukan kewenangan saya, betul atau tidaknya saya juga tidak tau silahkan saja ke panitia,” Singkatnya 

Sementara sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia Pilkades tersebut.(dra R)

BAGIKAN