​Ratusan Buruh Digarut Lakukan Aksi Damai

133

Ket Foto: Ratusan buruh saat melakukan aksi damai di bunderan Simpang Lima Garut (foto : Indra R)

GARUT, (KF).- ” May Day” Adalah Momentum Perlawanan Kaum Buruh, Bukan Hari Perlombaan. Itulah yang menjadi dasar ratusan buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI). Yang melakukan aksi damai di bundaran Simpang Lima, kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kordinator aksi, Yudi Alamsyah(38) mengatakan, program pemagangan yang dipopulerkan oleh pemerintah saat ini sejatinya, alih-alih meningkatkan kompetisi kerja dan menanggulangi pengangguran, pemerintah justru menciptakan instrumen.
Dalam aksi tersebut kami memiliki 8 tuntutan yang mana tuntutan tersebut.

 “Pertama kami menolak sistem pemagangan , cabut Permenaker No 36 Tahun 2016, cabut PP 78 tahun 2015( PP Upah Murah), Cabut Inpres No.9 tahun 2013 tentang kebijakan penetapan upah minimum dalam rangka berlangsungan usaha dan peningkatan kesejahteraan pekerja, hentikan kekerasan dan diskriminasi terhadap buruh perempuan, Optimalsasikan kinerja pengawasan ketenaga kerjaan, bongkar kebobrokan pengadilan hubungan industrial, angkat seluruh tenaga honorer/pegawai tidak tetap pemerintah menjadi pegawai negeri sipil tanpa terkecuali, lindngi buruh migran Indonesia beserta keluarga,” Katanya, Senin(1/5/2017) Siang.

Lanjut ia adapun dalam momentum May Day Kali ini, selain tuntutan tersebut diatas Konfederasi KASBI juga mengusung SEPULTURA( Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat) yang mana isinya. 

” Pertama Hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing, tolak politik upah murah! Berlakukan upah layak Nasional, tolak PHK, Union Busting dan kriminalisasi aktivis Buruh, laksanakan hak-hak buruh perempuan dan lindungi buruh migran Indonesia, tangkap adili dan penjarakan pengusaha nakal, berlakukan jaminan sosial untuk buruh, bukan asuransi sosial, turunkan harga BBM dan harga kebutuhan pokok, berikan pendidikan dan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat, tolak privatisasi! Bangun industri nasional untuk kesejahteraan rakyat, tanah dan air untuk kesejahteraan rakyat,” Ujarnya.
Pihaknya berharap dihari buruh ini, para penguasa yang menjalankan kebijakan bisa lebih memakai hati nurani, untuk membuat sebuah keputusan Karna kami juga masyarakat, tentunya kami ingin hidup sejahtera. Karna para buruh di kabupaten garut  saat ini jauh dari kesejahteraan. 

” kalau sudah sejahtera tidak mungkin kami turun kejalan, UMK saja kurang lebih 1,5 Jt, itu jauh dari kata layak, kenaikan bahan pokok itu tiap tahunnya mencapai 20% sehingga upah yang dikontrol meningkat cuman 8,5% itu sangat jauh dari kata layak jadi kami kami berharap tuntutan kami dapat dipenuhi.” Harapnya.(dra R)

BAGIKAN