​Ratusan Siswa Osis Ikuti Dialog Publik Untuk Menangkal Paham Radikal di Kalangan Remaja

213

ket foto : ratusan siswa saat mengikuti dialog publik

GARUT, (KF).- Siswa Osis se-kabupaten Garut ikuti dialog Publik dengan mengangkat tema, “Menangkal Paham Radikal Di Kalangan Remaja Yang Mengarah Pada Tindakan Terorisme “. Kegiatan tersebut digelar diaula gedung SMA Negri 1, Jalan Merdeka, kecamatan Tarogong kidul, kabupaten Garut. 

kegiatan dialog yang di hadiri langsung Dandim 0611/Grt Letkol Arm. Setyo Hani Susanto S.I.P M. Si,  Kakesbangpol Kab. Grt Drs. Wahyu Dijaya , Dr. Hari Wawan Purwanto Dir. Inkodok BIN Pusat, Entis Sutisna Wakasek, Humas Ayi Dandi M. Pd Wakasek kesiswaan.  

Letkol Arm. Setyo Hani Susanto,  saat ditemui sejumlah awak media usai kegiatan mengatakan,  kegiatan ini untuk menangkal radikalisasi dikalangan pelajar,  karna saat ini radikalisasi tumbuh dan berkembang dilingkungan kita, jadi tujuan dari dialog publik ini,  dengan harapan dikalangan pelajar bisa memahami tentang bahaya radikalisme. 

“tadi saya jelaskan bagaimana diawali pengaruh globalisasi,  pengaruh terhadap pengembangan IT karna itu membentuk mainset terhadap generasi kita. bagai mana menyikapi itu tentunya perkembangan globalisasi, IT itu tidak bisa dihindari tentunya itu harus dilewati, dan bagaimana meyelamatkan generasi muda dalam menyikapi hal tersebut supaya tidak terjerumus oleh ajakan ataupun pengaruh yang menjurus kearah radikalisme, ” Katanya, Selasa( 25/4) Siang

lanjut setyo, pihaknya ingin mengedepankan 4 pilar berkebangsaan, bagaimana tentang pancasila, undang-undang, bineka tunggal Ika juga Negara kesatuan Republik Indonesia, dan hal itu tentunya yang diutamakan. 
bahkan diharapkan,  dengan kegiatan dialog publik tersebut bisa membuka wawasan dalam berpikir mereka. 

“kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. mereka menjadi agen-agen perubahan utuk lebih baik,  sehingga dari mereka akan tumbuh pada lingkungan mereka disekolahnya masing-masing, hingga kemasyaraknya agar bisa membentengisu radikalisme,” harapnya

Ditempat yang sama,  Wakil kepala sekolah SMAN 1 Entis Sutisna mengukapkan kegitan tersebut merupakan suatu tindakan agar generasi muda khususnya pelajar SMA se-kabupaten Garut bisa jauh dari sikap radikal, ” karna usia mereka yang masih labil, khawatir dijadikan objek dari mereka-mereka yang memiliki kepetingan dengan kelompok radikal itu, ” ucapnya

lebih jauh dikatakan Entis,  dengan kegiatan dialog ini diharapkan bisa menularkan kepada teman-temannya disekolahnya masing-masing khususnya di SMA 1 Garut mereka itu bisa lebih meyakinkan kepda temannya bahwa bahaya radikalisme, terorisme itu bisa berakibat kepada stabilitas keamanan nasional, Tandasnya (dra. R) 

BAGIKAN