​Ratusan Siswa-siswi Berkebutuhan Khusus Ikuti Jambore  Perkemahan Di Tingkat Provinsi 

136
Ket Foto: bus yang mengangkut keberangkatan siswa-siswi jambore perkemahan Pramuka pendidikan khusus tingkat provinsi Jawa barat

GARUT, (KF).- 180 Orang Anak berkebutuhan khusus Ikuti jambore perkemahan Pramuka pendidikan khusus tingkat provinsi Jawa barat.Yang di selenggarakan oleh kwarda bekerjasama dengan dinas pendidikan provinsi Jawa barat. di bumi  perkemahan Kiara payung, Jati Nagor. 

Perkemahan pramuka Pendidikan Khusus Kontingen Gugus XXI, XXII dan Gugus ke XXIII Kwarcab Garut 14-16 Agustus 2017. Berangkat usai melakukan upacara hari Pramuka yang diselenggarakan dialun-alun kabupaten Garut, Senin(14/8/2017) Pagi.

Ketua Kontingen Gugus XXII. Amang Suparwan Mengatakan, Mereka ikut ke sana untuk ikut jambore perkemahan pendidikan Khusus tingkat provinsi Jabar, ” Untuk pengiriman ke tingkat Priangan timur ini dilaksanakan per gugus sekolah, jadi dari berbagai Gudep disatukan dalam satu gugus diambil dua regu perwakilan putra dan putri yang masing-masing kekuatannya 32 Orang diantaranya 16 Putri dan 16 Putra,” Katanya.

Dikatakannya, Meskipun mereka siswa-siswi dari sekolah berkebutuhan khusus, dalam hal ini ada kekurangan namun kekurangan tersebut menjadi motivasi untuk lebih giat, aktif secara inklusif, ” kami dalam hal ini anak berkebutuhan khusus ikut berkiprah didalam menyukseskan dan memperingati jambore peringatan Pramuka Nasional ke-56. Jadi bagi kami tidak ada istilah tidak bisa dalam kegiatan ini karena kami sebagai anak bangsa juga yang harus ikut mengisi kemerdekaan republik Indonesia,” Ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Drs. Kuswendi mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara nasional dan sudah barang tentu kabupaten Garut, selalu berpartisipasi. 

“saya selalu memantau dan melihat disetiap kecamatan, seperti tahun kemarin di kecamatan Pameungpeuk mereka tidak merasa minder tidak merasa ada kekurangan di fisik, tetapi semangat mereka itu sangat luar biasa.” Ucapnya 

Lanjut Kadispora kabupaten Garut, hal tersebut tentunya harus dijadikan contoh bagi teman-teman yang masih belum masuk pada Pramuka kita ajak bersama-sama, bagaimana untuk mensosialisasikan agar mereka betul-betul  berada ditengah-tengah masyarakat itu tidak merasa minder. 

“Disekolah itu bukan hanya seragam Pramuka tapi ilmu kepramukaannya juga harus sudah mulai diterapkan. Alhamdulillah saat ini setiap hari Sabtu seluruh sekolah sudah memakai baju Pramuka, tetapi secara keilmuan Pramuka belum sepenuhnya disentuh,” Paparnya. (Indra R)

BAGIKAN