​Sertifikasi Tak Kunjung Cair, Guru Sukwan di Garut Harap-Harap Cemas

163

Ket Foto: H.Amal salah seorang guru sukwan yang mempertanyakan pencairan sertifikasi 


GARUT, (KF).- SECARA Nasional pemerintah menyatakan Keberadaan jumlah guru sukwan di sekolah-sekolah tidak bisa terhindarkan, setiap tahun volumenya terus bertambah. Sekolah negeri maupun swasta membutuhkan para Umar Bakri tersebut demi kelancaran proses belajar mengajar dan meningkatkan kualitas anak bangsa. 

Dengan demikian, kesejahteraan guru harus berbanding dengan pengabdian mereka kepada bangsa. Salah satu upaya pemerintah dengan kebijakan adanya guru yang bersertifikasi dirasa masih belum efektif dan  efisien, dengan tidak konsistennya waktu atau masa pencairan. 

Hal ini dialami beberapa guru yang menunggu kepastian pencarian sertifikasi yang cukup lama tertunda. Seperti halnya H. Amal Suargana, Guru sukwan di  MTS Muhammadiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, dibawah naungan Kemenag Kabupaten Garut, mempertanyakan pencairan sertifikasinya yang belum juga turun sejak beberapa bulan lalu. 

“Hampir lebih dari 10 Bulan sertifikasi saya belum juga cair, entah apa alasannya, padahal saya berharap sekali sertifikasi tersebut dapat segera cair,” ucap H. Amal saat ditemui Koran-fakta.com dikediamannya, Kamis(1/6/2017) petang. 

Lanjut Ia, pihaknya merasa heran, dari tahun 2016 hingga saat ini tahun 2017 sertifikasi tersebut masih tertunda. Menurutnya, sejak triwulan pertama pemberkasan hingga saat ini belum juga ada. 

“Saya heran sebetulnya apa yang menjadi penyebabnya, masih tersisa beberapa bulan ditahun 2016 juga, bahkan hingga saat ini belum ada kabar, menginjak triwulan pertama pemberkasan hingga saat ini belum ada juga, kapan sebetulnya sertifikasi yang sebenarnya dicairkan,” ucapnya.  

Lanjut H. Amal, pihaknya ingin sekali mempertanyakan kenapa haknya belum dicairkan, sedangkan untuk inpassing diakuinya sudah masuk. “Kalau untuk infasing sudah cair bulan kemarin namun untuk sertifikasi sampai saat ini belum ada, bahkan kini sudah terjadi perpindahan bank dari Bank BRI ke Bank BNI, namun masih tetap belum cair juga, ada apa sebetulnya sertifikasi saya,” ujarnya. 

Sementara di tempat yang berbeda, Kasi Madrasah, H. Endang saat hendak ditemui dikantornya pada Jum’at (2/6) Siang, untuk dimintai tanggapan terkait hal itu, beliau tengah berada di Kota Bandung sedang menghadiri rapat, kata salah seorang staf yang mengatasnamakan Juju. 

Demikian juga Kepala Kementerian Agama Kabupaten Garut, H. Usep, sama halnya sedang berada di Kota Bandung. Hingga berita ini diturunkan belum ada ketengan resmi terkait tertundanya sertifikasi guru sukwan tersebut dari pihak Kemenag Kabupaten Garut. (dra R)

BAGIKAN