​Suryaman : Soal Drainasse di Garut Paling Terparah di Jawa Barat

116

GARUT, (KF).- PEMICU terjadinya banjir yang melanda Kecamatan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan sekitarnya pada Senin (5/6) terbilang relatif sama dengan banjir bandang Sungai Cimanuk, yang terjadi pada Selasa (20/9/2016) lalu. 

Salah seorang pemerhati lingkungan asal Kec. Cibalong Garut selatan, Suryaman Anang Suatma, menyebut selain curah hujan lebih tinggi dari biasanya, juga banjir akibat pola penataan ruang pada daerah resapan air khususnya di kawasan Pasirwangi, Samarang, Cikajang dan sekitarnya yang juga merupakan kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS), maupun sub DAS Cimanuk tak sesuai dengan kondisi seharusnya. 

Anang menilai, kerusakan lingkungan sudah sangat parah. Karena banyak terjadi alih fungsi lahan konservasi disejumlah kawasan. Mulai eksploitasi lahan pertanian intensif, pembangunan perhotelan, perumahan, dan sarana wisata tanpa memperhati kan kaidah konservasi, dan kelestarian lingkungan hingga maraknya aktivitas pertambangan liar galian C. 

“Kejadian banjir juga tak terlepas dari buruknya fungsi saluran air. Ya kan, kalau saluran air atau drainase berfungsi, dalam arti dibangun sesuai aturan tentunya air akan mengalir pada jalurnya. Ini kan tidak, saluran air jadi sempit, dangkal lagi,” ujar Suryaman. 

Dia mengaku, dirinya sangat mengetahui proyek anggaran infrastruktur paling besar terarah pada kirmirisasi atau pembangunan saluran air. Termasuk yang dibawa para wakil rakyat melalui program aspirasi. Dari sekian besarnya anggaran infrastruktur hanpir 65 persen terarah pada pembangunan kirmirisasi atau saluran air. “Saya tidak mengerti anggaran begitu besar ke dewan melalui aspirasi untuk pembanguan drainase. Tapi kenapa masalah saluran air di Garut sangat buruk. Ini kemana larinya ?. 

Makanya soal anggaran ini perlu ada evaluasi dan pemeriksaan oleh BPK RI. Soalnya bukan sedikit anggaran aspirasi para wakil rakyat itu. Nah masalah ini yang perlu dikritisi,” katanya. 

Suryaman menyebutkan, di Garut anggaran untuk proyek pembangunan saluran air melalui aspirasi DPRD Garut maupun Provinsi cukup besar melalui aspirasi DPRD Garut maupun Provinsi. 

“Saya tahu persis anggaran aspirasi itu cukup besar. Dan sebagian besar untuk proyek pembangunan saluran air. Tetapi kenapa soal drainasse di garut paling terparah di Jawa Barat. Ini terbukti adanya banjir yang terjadi beberapa kali. Ini musim kemarau teu aya hujan oge malah banjir wae di garut mah,” ucapnya. 

Atas dasar itu, Suryaman berharap fungsi pengawasan ditingkatkan. “Fungsi pengawasan ada tiga tahapan, pengawasan regulasi atau aturan perijinan, pengawasan fisik lapangan dan pengawasan fungsi. Ini semua harus berfungsi dengan benar. Dan perlu juga masyarakat pro aktif melaporkan ke pihak berwajib,” katanya. (Tim)***.

BAGIKAN