​Untuk Kepentingan Penguatan Tanggul, Ratusan Rumah Dibantaran Sungai Cimanuk Bakal Dibongkar

123
Ket Foto: salah satu proyek untuk kepentingan penguatan tanggul. (Foto oleh : Indra R)

GARUT, (KF).-  KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Garut Uu Saepudin menegaskan, rumah dan lahan yang ditempati ratusan kepala keluarga (KK) disepanjang bantaran sungai Cimanuk akan dibongkar untuk kepentingan penguatan tanggul. 

Proyek tersebut dilakukan di dua kecamatan, yakni Tarogong Kidul dan Garut Kota. “Sebanyak 224 kepala keluarga yang tinggal di bantaran sungai cimanuk akan dibongkar karena terkena dampak proyek tersebut. Sebanyak 43 KK berada di Kecamatan Tarogong Kaler, dan 181 KK lagi berada di Garut Kota.” kata Uu di Kantornya, Rabu (26/7/2017). 

Dikatakan Uu, dalam pembongkaran tersebut tak ada penggantian materi untuk warga yang terkena proyek tersebut. 

dijelaskannya sebagian besar warga atau masing-masing kepala keluarganya telah menandatangani persetujuan pembongkaran rumah dan lahan mereka. 

“Sampai sekarang ini hanya tinggal 18 kepala keluarga yang belum setuju, itu adanya di wilayah kecamatan garut kota.

Mereka belum setuju rumah dan lahannya dibongkar untuk kepentingan penguatan tanggul.” ucapnya. 

Lebih jauh dikatakan, kepala keluarga yang terkena dampak penguatan tanggul tidak akan mendapat penggantian materi atas rumah dan lahan mereka yang dibongkar. Alasannya, warga tersebut menyalahi aturan dengan tinggal di bantaran sungai. Bahkan, warga pun menempati rumah dan lahan tanpa sertifikat. “Karena menyalahi sempadan sungai, juga dalam rangka penangulangan banjir,” Ujarnya. 

Adapun penguatan tanggul itu akan dilakukan dengan menambah panjang tanggul setinggi 1,5 meter dan lebar 2,70 meter. Pungkasnya (Indra R)

BAGIKAN