​Validasi Data PKL Diharapkan Dapat Segera Tuntas

242

GARUT, (KF).-Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan dikawasan zona merah atau Pengkolan mulai melakukan validasi data. Mereka mendatangi Gedung Intan Medina atau Gedung PKL 2 yang berada di Jalan Guntur, Kamis (2/2/2017). 

Kami sengaja mengajak pedagang untuk melihat secara langsung kondisi gedung PKL 2 yang akan dijadikan tempat usaha mereka. 

“Namun dari jumlah 150 pedagang ini sekitar 75 persennya belum memiliki lapak. Jadi datang kesini hanya untuk proses validasi saja. Kami juga ingin ketegasan dari Pemerintah terkait proses ini. Mau dibagaimanakan pedagang yang belum memiliki lapak ini,” Kata salah seorang pengurus PKL Roni.

Sementara pengurus PKL lainnya yang tergabung pada Lembaga Pedagang kaki Lima Garut (LPKLG), Tatang menjelaskan, pada dasarnya para pedagang siap untuk pindah ke gedung PKL 1 dan 2 ini. Namun, para PKL berharap  kondisi gedung PKL tersebut harus dibenahi dulu, agar pedagang dan pembeli bisa merasa nyaman, dan aman.

“Pada dasarnya kami siap untuk pindah mau besok atau lusa juga berjualan disini Tapi kami minta gedung PKL ini dibereskan dulu. Kami ingin para pedagang dan konsumen itu merasa nyaman. Kalau pindah sekarang dengan kondisi seperti ini, jangankan pembeli bagi pedagang sendiri malas. dan tentunya Masih banyak yang harus dibenahi,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan pada Disprindagpas Kab. Garut, Erwin Gunawan, menjelaskan, validasi data PKL ini diharapkan sepekan ke depan dapat tuntas. Hal tersebut akan dilakukan bersamaan dengan perbaikan-perbaikan gedung yang diharapkan oleh PKL itu sendiri. 

“hasil musyawarah barusan kami akan memvalidasi lagi pertama tentang data, yang kedua kamipun akan tegas-tegasan bahwa yang berjualan di pasar baru, dimandalagiri, kemudian yang diciledug, Siliwangi yang telah memiliki tempat apakah mau menempati atau tidak, kalaupun mau tetap silahkan dan buat surat pernyataan, jangan sampai memiliki lagi tempat disini kalau seumpamanya memilih berjualan di tempatnya, Karna memang saat ini masih banyak para pedagang yang belum terakomodir,” Tegasnya. (dra R)

BAGIKAN