​Wakil Bupati Apresiasi Terhadap SSB Pamong Praja

419

Wakil Bupati Garut Dr Helmi Budiman saat memberikan apresiasi kepada tim sepak bola SSB PP distadion Jayaraga kecamatan Tarogong Kidul kabupaten Garut 


GARUT,(KF).-Sekolah Sepak Bola Pamong Praja (SSB PP) yang bermarkas di Stadion Jayaraga Garut, awalnya didirikan oleh beberapa pejabat Pemkab Garut, pada 19 Maret 1993, dengan Akta Notaris Nomor 23/ 11.11.2011. Diantara para pejabat yang turut membidani lahirnya SSB Pamong Praja tersebut, Suherman yang kini menjabat Kepala Dinas Perhubungan, Aji Sekarmaji yang kini menjadi Kepala Dinas Kebakaran, dan pejabat lainnya. Sehingga SSB Pamong Praja ini identik milik Pemda Garut.
” Pak Wakil Bupati, SSB Pamong Praja ini sebetulnya milik Pemda, dan yang mendirikannya waktu itu, diantaranya Pak Suherman dan Pak Aji. Saya sendiri bergabung di sini Tahun 2000-an, selama saya bergabung belum pernah SSB ini dikunjungi oleh pejabat Pemda, baru sekarang oleh Bapak,” tutur Kepala SSB Pamong Praja, Omas Maskawan kepada Wakil Bupati, dr. Helmi Budiman, Kamis (16/03) di Stadion Jayaraga.

Helmi yang hadir bersama Camat Tarogong Kidul, Lilis Neti, Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Ricard dan pejabat lainnya, untuk memberikan apresiasi kepada pengurus dan siswa SSB PP yang berhasil meraih juara II pada kompetisi Sepak Bola Mandala Cup I minggu lalu. 

Pada kesempatan tersebut, Helmi menyerahkan tropy kejuaraan, dan memberikan bantuan bola sepak.
Dalam kata sambutannya, Helmi menyampaikan pesan kepada siswa SSB untuk rajin berlatih, dengan mematuhi instruksi pelatih, dan tak lupa makan makanan bergiji.” Ade-ade Bapak do’akan kalian supaya menjadi pemain profesional. Untuk itu rajin-rajinlah berlatih, dengan patuh terhadap instruksi pelatih, dan jangan lupa jaga kesehatan, makan yang banyak dan bergiji,” katanya.


Ket Foto: Para siswa SSB PP

Kepada kalangan wartawan, Helmi menyebutkan, anak-anak harus dilatih sejak dini, agar mereka nisa berprestasi lebih baik ketika remaja nanti.” “Pembinaan memang harus diberikan kepada anak – anak yang memang masih belia. Karena mereka kita latih dalam waktu yang sangat lama, Mudah-mudahan ketika menuju profesional pada usia 18 tahun, para bibit ini bisa lebih matang dengan mengabdi untuk Garut, Meraih prestasi baik di kanca Daerah,  Nasional ataupun Internasional,” ujarnya.

Menurutnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) harus memperhatikan pembinaan anak-anak usia sekolah, supaya olahraga di Kabupaten Garut, khususnya sepakbola bisa maju dan berkembang.” Anak-anak usia sekolah seperti ini menjadi tanggung jawab Dispora untuk pembinaannya. Mana dari Dispora ada yang hadir gak,” katanya, sambil menoleh ke barisan pejabat yang ada.

Ditambahkan Helmi, dirinya siap mendukung rencana panitia yang akan menggelar kompetisi antar sekolah sepak bola memperebutkan Piala Wakil Bupati Garut, pada pertengahan April mendatang.
Sementara Kepala SSB Pamong Praja, Omas Maskawan,  mengatakan,  untuk pembinaan para altet dalam bidang olahraga sepakbola, hingga saat ini terus dilakukan. Tidak sedikit anak asuhnya menembus kancah sepakbola nasional ataupun internasional. 

“Kalau dilihat dari Sumber Daya Manusia yang ada,  para atlet ini potensial. Pada bagus,  karena buktinya banyak yang menembus kanca nasional bahkan internasional. Cuman disini tinggal ditunjang dari sarana prasarana,  untuk lebih mendukung proses pembibitan menjadi atlet profesional, ” katanya. (Jay)

BAGIKAN