1.000 Liter Miras Jenis Tuak Digrebek Aparat di Kawasan Pasar HPKP Cikurubuk

177

Koran-Fakta.com, (KF). – Kota Tasikmalaya yang dikenal julukan “Kota Santri”, dengan ratusan pondok pesantren yang tersebar di 10 Kecamatan tentunya menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi , ribuan santri dari berbagai pelosok tanah air menimba ilmu di kota ini.

Seiring perkembangan pembangunan, KotaTasik pun semakin maju di bidang ekonomi dan industri. Beberapa perusahaan demi perusahaan kian hari kian bermunculan di tatar kawasan tersebut.

Namun, tantangan yang muncul pun makin beragam. Sarana transportasi yang makin mudah, mengakibatkan Tasik menjadi daerah transit warga dari berbagai kawasan priangan timur. Fakta ini lah yang mendorong Pemerintah dan DPRD Kota Tasikmalaya atas usulan dan dorongan dari para ulama dan tokoh masyarakat melahirkan PERDA No 7 tahun 2014 tentang tata nilai kehidupan masyarakat yang religius.

PERDA ini lahir dalam rangka memproteksi Kota Tasik agar tetap istiqomah menjaga nilai nilai luhur kesantrian, bersih dari beragam kemaksiyatan seperti peredaran miras, narkoba, pelacuran, perjudian , aliran sesat dan kemaksiatan yang lainnya.

PERDA TATA NILAI lahir dilatar belakangi oleh kehawatiran para ulama, atas makin merajalelanya kemaksiyatan seiring perkembangan kemajuan ekonomi dan bidang lainnya.

Kehawatiran para ulama tersebut bukan khayalan belaka, namun secara faktual memang hal tersebut telah terjadi.

Seperti yang terjadi Sabtu (26/10/ 2019) malam kemarin sekitar pukul 18.30 di kawasan pasar HPKP komplek pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, ditemukan hampir 1000 leter minuman keras jenis tuak.

Kapolsek Mangkubumi IPDA Agus Fredi.S.IP menjelaskan, penggerebekan dan penangkapan para pelaku penjualan Miras tadi malam, diawali dengan penangkapan kurir DN (27 tahun) dan 6 orang pembeli yang berujung terbongkarnya bandar /penjual miras yang memiliki omzet cukup besar yaitu JY (54 Tahun).

“JY mengaku usaha penjualan mirasnya sudah dijalani lebih dari 3 tahun. Miras yang ia terima dari penyuplai yang berasal dari Banjar, ia kemas dalam bungkus plastik kecil, dan dijual seharga Rp.10.000, -. Per bungkus dan ia memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp.2000,- per bungkusnya. Dalam penangkapan tadi malam, berhasil diringkus 1 orang bandar, 1 orang kurir dan 6 orang pembeli miras,” tutur Kapolsek Mangkubumi.

Setelah penangkapan dilakukan, malam itu juga aparat segera menghubungi para Ulama. Pimpinan ormas islam dan lembaga keagamaan, serta pesantren, untuk segera dilakukan pembinaan kepada para pelaku yang tertangkap. Hadir malam tadi Para ulama dan asatidz dari unsur MUI, DMI, FKDT, BKPRMI, FPP, PRIMMA, FKPAI, LP2A, LPPU, FPI.

Ust Muhammad Yan-yan Al Bayani.S.Kom.I.,M.Pd Pi pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah MIFTAHUL HUDA JARNAUZIYYAH Mangkubumi, yang juga Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya mengungkapkan, setelah mendapat informasi penggerebekan tsb, para Ulama segera turun dan meluncur ke Mapolsek Mangkubumi untuk melakukan pembinaan dengan nasihat, tausiyah, mauidoh hasanah dan tuntunan pertaubatan sampai pukul 02.00 dini hari, tuturnya.

Lebih lanjut Ust Yan-yan yang juga ketua Forum Ulama menjelaskan, para ulama berharap agar semua aparat dari setiap polsek dan polres untuk meningkatkan razia kemaksiyatan yang kian hari kian menghawatirkan. Kami kaum santri dan ormas islam siap 24 jam membantu aparat penegak hukum memerangi kemaksiyatan yang meracuni dan merusak ahlak generasi bangsa, tuturnya.

“Semua pihak, termasuk pemerintah, aparat, ulama dan masyarakat berkewajiban untuk peduli atas pemberantasan kemaksiyatan di lingkungan nya masing masing. Jangan harap keberkahan akan turun di negeri ini, bila peredaran miras, pelacuran, narkoba, perjudian, aliran sesat merajalela di negeri ini. Malah kemaksiyatan tersebut mengundang turunnya Azab Alloh SWT, ” Tegas Ustad Yanyan berapi api.

Masyarakat di sekitar lokasi gudang miras tsb sudah lama mencurigai adanya praktek jual beli minuman haram tersebut, masyarat merasa resah dengan aktifitas mereka, sehingga kami atas nama warga mengapresiasi pengungkapan dan penangkapan para pelaku penjualan miras tsb, tambah Irwan Dwiwanto.S.Kom.I (abah irwan) ketua RW setempat yang juga seniman kaulinan sunda yang dikenal dengan icikibung.

Ke delapan pelaku yang tertangkap, tidak ada satu pun warga mangkubumi, mereka berasal dari kawalu, rajapolah, salopa, jati waras dan bojong gambir.

Terkait proses selanjutnya, para ulama menyerahkan kepada aparat penegak hukum agar ditangani sesuai hukum yang berlaku, namun berharap agar para pelaku dihukum dengan hukuman yang seberat beratnya agar membuat efek jera. (toni efendi/afna)

Editor: J Wan

BAGIKAN