Anak Punk Belum Masuk Kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

41
Ket foto: Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, pada Dinsos kabupaten Garut Hj.Lin Herlina, saat ditemui awak media (foto oleh : Indra R)

GARUT, (KF).- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Garut kerap menggelar razia Gepeng dan anak-anak punk yang ada di wilayah kota Garut. Hal itu dilakukan karena memang keberadaannya kerap meresahkan masyarakat.

Namun meskipun begitu,baik Gepeng ataupun Anak punk masih selalu terlihat hilir mudik diwilayah kota Garut.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, pada Dinsos kabupaten Garut Hj.Lin Herlina, saat ditemui awak media Senin(9/4). Mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan unsur terkait dalam hal ini Satpol PP kabupaten Garut.

“Jadi kalau hasil razia itu, misalkan ada warga asli dari Kabupten lokal itu di data apakah yang bersangkutan memiliki keluarga, kalau ada lalu kita antarkan. Dan kalau misalkan ada warga dari Kabupaten lain yang bersangkutanpun kitapun antar juga,” ujarnya.

Lanjut dikatakan, Anak punk saat ini belum masuk kategori Penyandang masalah kesejahteraan Sosial (PMKS) kalau di dinas sosial.

” Anak punk itu belum masuk PMKS, soalnyakan terkadang mereka itu ada sebagian anak-anak yang terbilang mampuh, ya bisa dibilang anak orang kaya,” katanya.

Lebih jauh lagi diungkapkan, pihaknya saat ini lebih bersinergi dengan pihak terkait baik itu Satpol PP, ataupun Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Garut.

” Alhamdulillah saat ini kita lebih bersinergi dengan unsur-unsur terkait,” ungkapnya.

Penulis : Indra R

Editor : Van’s

BAGIKAN