2 Meninggal 5 Terluka, Mobil Pic Up di Karangnunggal Seruduk Kerumunan anak Sekolah Paud

102
Ket Foto: Pasca terjadinya musibah kecelakaan.

Koran-Fakta.com, (KF). – Mobil Pic up warna silver dengan Nopol D 8538 UB menyeruduk kerumunan anak sekolah Paud, sekitar jam. 07.45 WIB di jln. Karangnunggal persis di depan Kolam Renang Karang Indah Kabupaten Tasikmalaya, pada Kamis (19/9/2019) kemarin.

Lakalantas tersebut akibatkan 7 orang korban. Diantaranya 2 orang meninggal dunia: Zahra Aliskalia(3,5) Paud Kober anak dari Bapak Aso dan Ibu Aas Astijah, dan seorang nenek Enti (65). 5 luka ringan dan berat. Alisa(3,5), Aira(3,5) dan Wina (35) guru pembimbing luka ringan. Enur (40) guru Kober dan Yandi (31) pedagang, mengalami luka berat, keduanya telah dirujuk ke Rumah Sakit Tasikmalaya.

Kronologis kejadian, Agus Sukmana sang sopir pic up diduga kurang konsentrasi, saat pertama menghindari motor Vario yang hendak menyebrang ke area parkir Kolam Renang. Secara beruntun menyeruduk motor dan menabrak gerobak pedagang Aci Telor(cilor). Agus kemungkinan panik malah menginjak pedal gas, yang akhirnya menyeret motor dan gerobak bersama kerumunan anak sekolah dari Paud Al Fallah Cipari. Terhenti setelah terakhir menabrak mobil pic up warna Hitam No.pol D 8861 VN, milik Mamat warga Cikaret Desa Cikupa. Beruntung Mamat telah turun dari mobilnya bersama anak anak sekolah SD Mekarsari DS. Cikupa, sehingga tidak ada korban lagi. Keterangan di dapat dari Kanit Lantas, IPDA Solihin S.Ip. dan warga yang menyaksikan kejadian.

Agus sang sopir langsung diamankan pihak Kepolisian ke Kantor Polsek Karangnunggal karena dikhawatirkan ada amukan masa. Ujar Solihin.

IPDA Solihin sigap berkordinasi dengan Laka lantas Polres Kab. Tasikmalaya. Dalam waktu hanya 1 jam pihak Laka lantas kab. Tasikmalaya yang dipimpin IPTU Sofyan Kanit Laka lantasnya tiba di TKP, dan langsung melakukan Olah Tepat Kejadian Perkara.

Di rumah keluarga korban meninggal Awak Media Srawa Rakyat sempat minta penjelasan terkait musibah tersebut. Keduanya belum bisa memberikan keterangan apapun, pasalnya masih trauma, katanya.(YD Dwi Angoro )

Editor : Ton
BAGIKAN