Semangat Hari Anti Korupsi Tidak Akan Padam

127

GARUT

Dalam upacara memperingati hari anti
Dalam upacara memperingati hari anti
,(KF). – Dalam memperingati Hari Anti Korupsi Se-Dunia pada 9 Desember 2016, semua elemen diharapkan bisa peka terhadap ragam potensi dari tindak pidana korupsi, sehingga ketika suatu hal menjurus kesana bisa lebih dulu dikoreksi dan dicegah.

Kepala Kejaksaan Kabupaten Garut, Mamik Suligiono, mengungkapkan, pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan tanpa adanya semangat dari anti korupsi itu sendiri. Sehingga tidak sampai berakhirnya seremonial peringatan, namun juga implementasi dalam kehidupan sehari-hari kedepannya.

“Olehkarenanya, semangat anti korupsi ini tidak padam setelah peringatan hari anti korupsi pada 9 Desember ini, tapi harus berkelanjutan,” ujarnya usai acara pengukuhan 1000 tandantangan untuk anti korupsi, kemarin (9/12) di Jalan Kantor Kejaksaan Jalan Ahmad Yani.

Melihat animo masyarkat Garut dalam kepekaan terakit pengusutan potensi korupsi dinilainya cukup besar, namun kendala yang sering ditemuinya yakni para pelapor banyak yang tidak disertai data sehingga laporan tersebut terkadang menjadi bias.

“Lapor tanpa dukungan data, misalnya di penegakan hukum lain itu harus ada data kalau tidak nilai informatifnya ya tidak bisa. Tapi ada juga misalnya dia tidak bisa menyebutkan data-data, seperti  jalan jelek, ketika dicek oleh tim dari kejaksaan ternayata benar, ya bisa diusut,” katanya.

Dalam setahun ini ada beberapa kasus yang sudah dinaikan ke peradilan, namun terakit jumlahnya ia memilih tidak terlalu mempublis dengan harapan tidak menjadi hal itu suatu kegaduhan.

Pada momentum peringatan hari anti korupsi se-dunia yang diikuti oleh perwakilan aparatur negara, kejaksaan, siswa, ormas dan wartawan tersebut, ia menekankan kepada aparatur kejaksaan untuk bersungguh-sungguh dengan memiliki integritas yang baik guna menciptakan indonesia tangguh, bersih dan kuat. Pungkasnya (dra R)

BAGIKAN