22 Negara Ikuti Festival Kasundan Internasional Silat Camp

425

GARUT, (KF).- Sebanyak 22 Negara mengikuti Acara Festival Kasundan Internasional Silat Camp yang digelar di Kampung Tegal Panjang RT 01/ RW 17 Desa Tegal Panjang Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Acara digelar dari tanggal 22-28April 2018, yang diikuti ratusan pendekar silat dalam negeri dan mancanegara.

Dalam sambutannya, Kepala Dispora, Drs Kuswendi M Si menyampaikan dengan mengadakan festival silat internasional di Garut seperti ini hendaknya dapat mengingatkan pada pesilat di luar negeri tentang lokasi, kawasan tempat budaya silat itu berasal. Selain itu, kata Kuswendi, jika potensi silat diberdayakan dengan maksimal bagi setiap individu yang memiliki potensi dalam hal itu, maka mereka dapat menggenggam dunia dan benar-benar melestarikan budaya daerah yang mendunia, tukasnya.

Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Garut mewakili Pjs Garut yang berhalangan hadir, memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada acara ini. Pencak Silat yang sudah populer di dunia merasa yakin pada masa mendatang akan ada di event Olimpiade. Kami dari Pemda Garut akan terus mendorong kegiatan ini agar menjadi agenda tahunan. Yang luar biasanya, Padepokan Kasundan ini mencakup TGR dan Ibing yang dimana hal tersebut pernah mengantarkan Kabupaten Garut menjadi juara umum pada perhelatan Lomba Pencak Silat beberapa waktu lalu. Intinya kami akan terus dorong, dan kami bantu Paguron dan Paguyuban dalam mencetak atlit silat, baik dalam silat ibing, silat tanding, maupun TGR,” ujarnya saat penutupan even silat Internasional, Sabtu(28/4) sore.

Kuswendi menambahkan, pemberian bantuan perangkat fitnes untuk Bale CEC (Cecep Erik Christhop) Limanjaya ini merupakan bentuk keseriusan Pemda Garut dalam mendukung olahraga Pencak Silat sebagai warisan leluhur yang harus senantiasa dilestarikan. Garut selama ini telah mengukir banyak prestasi dan sudah saatnya menuju tahap internasional, pungkasnya.

Ditempat yang sama salah seorang pendiri Bale CEC (Cecep Eric Cristhop) Limansajaya, Eric Chatelier, warga 57 quqi de l orge 91200 athis mons Perancis, saat acara penutupan Kasundan Internasional Silat Camp Garut 2018 mengatakan, berdiri Padepokan Bale CEC Limanjaya sudah direncanakan dari Tahun 2006. Atmosfer di Indonesia, kata dia, berbeda dengan di Erofa. Erik berharap, semua orang sedunia harus datang kesini, maksudnya ke Padepokan yang didirikannya bersama tokoh Pencak Silat Panglipur, Cecep Arif Rahman, dan salah seorang temannya yang juga berkebangsaan Perancis, Cristhop.

Poto: Istimewa

Kalau budaya di dunia mau maju, maka datang kesini, ke kota Garut. Ide kita juga mendirikan Padepokan bukan hanya untuk pencak silat saja tapi untuk Pariwisata. Meskipun keluarga tidak bisa Silat tapi senang ketika berada di Padepokan Bale CEC Limanjaya ini. Walaupun Indonesia kadang tidak bagus didengar, tapi kalau sudah disini maka semuanya akan berbeda. Artinya, Dunia harus ke Garut,” ujar Eric,

Hadir dalam acara tersebut, Pjs Bupati Garut yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Drs Kuswendi M Si, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK, Kasdim 0611 Garut, Ketua KONI Kabupaten Garut, Ketua IPSI Jawa Barat, Ketua Umum Pencak Silat Panglipur, dan Sesepuh Paguron Pencak Silat Se-Kabupaten Garut beserta undangan lainnya.

Penulis : J Gunawan

Editor : Indra R