Waspada Longsor Saat Curah Hujan Tinggi

138
Ilustrasi alat berat

KF – Wilayah Kabupaten Garut rentan dengan bencana alam. Selain banjir, pergerakan tanah dan longsor tentunya harus diwaspadai. Terutama di wilayah selatan Garut yang merupakan jalur-jalur rawan bencana.
Kepala Sub. Unit Pelayanan (KSUP) II PU Binamarga Prov. Jawa Barat, Rossa Ruhtipa Memet, ST mengatakan, pihaknya telah bersiap siaga dalam menghadapi kemungkinan bencana longsor didaerah selatan Garut. Curah hujan yang tinggi serta karakteristik daerah yang dinilai rawan longsor maka diperlukan penempatan alat berat dibeberapa titik antara jalur Garut-Bungbulang dan jalur Garut-Pameungpeuk. Menurutnya, daerah-daerah rawan longsor tersebut, terletak dibeberapa titik dari mulai wilayah Batu Tumpang hingga Badega Cisompet.
Bersamaan dengan terjadinya banjir bandang sungai Cimanuk Selasa (20/9) lalu, terjadi pula longsor di dua wilayah. Pertama di jalur Garut-Pameungpeuk dan kedua jalur Garut-Bungbulang.
“Ada 10 titik longsor di Jalur Garut-Pameungpeuk antara kawasan Batu Tumpang-Badega. Dan 3 titik di antaranya parah yakni dekat daerah Batu Tumpang. Dan wilayah ke Bungbulang. Makanya untuk sementara ini kita masih siagakan unit loder dan dumtruk untuk antisipasi bencana longsor susulan,” ujarnya.
Oleh karena itu, dengan kendaraan yang tersedia dan digunakan untuk daerah rawan Longsor di Garut selatan, Kata Rossa. armada seperti loder dan dum truk belum sempat diperbantukan untuk membantu banjir bandang sungai cimanuk.
“Garut selatan jaraknya cukup jauh. Dikhawatirkan kalau diperbantukan dan disana terjadi sesuatu misalnya, bagaimana kita menjangkaunya ? Apalagi sekarang ini curah hujan masih tinggi dan rawan juga terjadi longsor, maka kita siagakan dulu di Garut Selatan,” ucap Rossa saat ditemui di kawasan longsor Cikajang, Jumat (30/9/2016).(j Gunawan)

BAGIKAN