47 Titik Program Kotaku di Kelurahan Pakuwon Menelan Anggaran Rp. 2 Milyar

119

Koran-Fakta.com, (KF).-Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dilaksanakan di Keluran Pakuwon Kecamat Garut kota, Kabupaten Garut Jawabarat telah menyentuh 47 titik.

Koordinator Badan Keswadayaan Masyarat (BKM), Agus Setiawan saat ditemui wartawan menyampaikan program Kotaku 47 titik tersebut akan menelan anggaran Rp 2 Milyar dengan waktu pengerjaan 120 hari.

“saat ini 47 titik dari 4 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Dengan nilai anggaran 2 Milyar, dengan waktu pengerjaan hingga awal Desember, sudah mencapai 60 persen, namun untuk anggaran baru masuk 70 persen”, Katanya. Jum’at (15 Nov 2019) Siang.

Lanjutnya, program Kotaku di kelurahan Pakuwon mencakup beberapa RW yang mana diantaranya RW 01, 04, 05, 06 dan RW 11.

“dari beberapa titik tersebut beberapa paket pekerjaan diantaranya pekerjaan pemasangan Vaping Blok, Drainase, Spal, MCK, intinya lebih ke infrastruktur,” ujarnya

Sambung Agus, tantangan dilapangan mengenai program Kotaku tentunya selalu ada, namun pihaknya tetap selalu memberikan pemahaman terhadap masyarakat itu sendiri. Karena bagaimanapun program Kotaku ini murni untuk memberantas kekumuhan diwilayah perkotaan, khususnya diwilayah Kelurahan Pakuwon.

“tentunya kami terus bersosialisasi kepada masyarakat, karna bagaimanapun program Kotaku ini merupakan suatu pilar penyangga perekonomian kota dan mendongkrak ekonomi diwilayah tersebut. Karna di dalam itu ada HOK nya,” ungkapnya

Pihaknya berharap, setelah dibantunya oleh pemerintah melalui program Kotaku, masyarakat diharapkan dapat ikut sadar menjaga lingkungan yang telah di perbaiki, terutama dalam hal keberhsihan.

“masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program Kotaku ini dengan sebaik-baiknya dan menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi air, bahkan kedepan bukan hanya membangun jalan dan saluran drainase tapi ingin adanya progres menuju perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara, ditempat terpisah Kepala kelurahan Pakuwon, Tendi menyampaikan pihaknya hanya sebatas mengetahui program dari pemerintah pusat tersebut.

“kami hanya sekedar mengetahui, mengecek, dan mengawasi program Kotaku ini, namun yang lebih paham akan dilapangan ya ketua BKM,” Pungkasnya. (Indra R)

BAGIKAN