RSUD Dr.Slamet Dan PMI Garut Sepakat Melakukan Pembenahan

106
Ket foto: Kasi Profesi Medis dr.zaini abdillah

Wartawan : Indra R

GARUT, (KF).- Pada dasarnya pihak RSUD dr. Slamet Garut, dalam hal ini unit BDRS tidak berkeberatan, atau tidak akan mempermasalahakan bekerja sama dengan UTD manapun yang jelas kami hanya ingin pelayanan darah kepada pasien dalam hal ketersedian, kualitas dan mutu terjamin.

“Karena dalam PP No 7 Tahun 2011 dan Permenkes no 83 Tahun 2014 BDRS adalah salah satu unit pelayanan di RS yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan transfusi darah, dari mulai menerima darah dari UTD sampe bisa digunakan untuk transfusi ke pasien secara aman dan tepat.” Hal tersebut diungkapkan Kasi Profesi Medis dr.zaini abdillah. Selasa(24/10).

Lanjut dikatakan, BDRS dalam tugasnya tidak ada dalam hal menyiapkan darah dari pendonor, tetapi menerima darah dari UTD dalam bentuk darah siap pakai atau yg sdh diolah dari UTD.

“Menyangkut permasalahan kerjasama antara BDRS dengan UTD PMI kabupaten Bandung pada dasarnya tidak ada aturan yang dilanggar baik mengacu pada UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, PP No 7 Tahun 2011, Permenkes No 91 tahun 2015, Permenkes No 83 Tahun 2014, mungkin masalah etika saja,” ujarnya

Diungkapkan dr. Zaini, RSUD Dr. slamet dan PMI dalam hal ini sebagai UTD di wilayah kabupaten Garut sudah menyepakati untuk melakukan pembenahan-pembenahan masing-masing dalam rangka pelayanan darah terutama dalam hal menjamin ketersedian darah guna penigkatan pelayanan kepada pasien khususnya masyarakat di wilayah kabupaten garut.

“Mari kita sama sama membuat dan memperkuat sistem jejaring-jejaring yang kuat tentu dengan koordinasi dan pemanfaatan teknologi informasi. Kita sangat senang melanjutkan kerjasama dengan PMI sebgai UTD di wilayah garut apalagi PMI garut bisa menjamin kebutuhan darah BDRS RSUD dr.Slamet Garut,” Ungkapnya.

Editor: Van

BAGIKAN