Aceng HM Fikri : Jadi Anggota DPR RI itu Tak Perlu Neko – Neko

166
Ket foto : Aceng HM Fikri (foto istimewa net)

GARUT, (KF).- H – 5 pemilu serentak Legislatif – Presiden 2019, Aceng HM Fikri meminta pemilih cerdas mengenal sosok wakil rakyat untuk duduk di kursi DPR RI, Aceng yang maju dari Partai Hanura di dapil Jabar 11 harus bertarubg dengan hampir 160 calon DPR RI dari internal partai termasuk Eksternal Partai.

Ditanya partanya masih dalam zona merah parlementary threshold, Aceng mengaku hanya ingin fokus bekerja.

“Survei bilang Partai Hanura zona merah, pemilu 2014 juga ada ambang batas 3,5 %, ternyata Hanura ada di 5,3%. Artinya ambang batas itu bukan dijadikan benteng rasa takut, tapi harus diterobos benteng itu dengan cara kerja maksimal. 99% kerja, 1% serahkan kepada yang kuasa, kenapa seperti itu, manusia hanya bisa berusaha, namun tetap yang kuasa yang menentukan,” kata Aceng ( 12 April 2019 ).

Selain terus bekerja dan meyakinkan pemilih, Aceng juga kerap menjual isu putra Daerah, dimana sosok Putra Daerah yang akan membuat Garut lebih baik,

“Ya saya sarankan kepada pemilih, ibarat bersosialisasi dimasyarakat, sebelum yang jauh ya yang dekat dulu, sebelum yang ga kenal ya yang kenal dulu. Sama halnya di politik pun seperti itu, caleg putra Daerah kan banyak, ya Garut bisa maju jika 10 kursi DPR RI dapil 11 di isi 5 kursi oleh putra Daerah, siapa pun itu kita harus dukung,” tambah Aceng.

Aceng juga menyatakan miris dengan jomplangnya pembangunan wilayah Garut dengan kabupaten/ kota tetangganya yaitu Tasikmalaya. Insfratuktur Tasik yang begitu maju karena memiliki wakil rakyat lebih dari 1 orang.

“Lihat Tasikmalaya, jauh kan sama Garut, insfratuktur, pelayanan publik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga daya beli jauh jomplang dengan Garut. Hal itu disebabkan Tasikmalaya memiliki putra Daerah di DPR RI lebih dari 1 orang. Ya silahkan awak media absen, tak perlu saya absen anggota DPR RI putra Daerah Tasik. Jadi wajar Tasikmalaya lebih maju dari Garut,” terus Aceng.

Iklim, psikologi, kultur, serta aspirasi wilayah memang yang akan tahu percis adalah Caleg yang berdomisili di Daerah Pemilihanya. Peningkatan berbagai layanan tadi bisa dirasakan ketika anggaran DPR RI bisa ditarik ke wilayah pemilihan.

“Jadi anggota DPR RI itu tak perlu neko – neko, jatah aspirasi saja sudah 30 miliar paling kecil per tahunnya. Itu anggaran program yang bisa dibawa ke daerah pemilihan ketika anggota DPR RI duduk di senayan, bayangkan jika Garut punya putra Daerah 5 kursi, dikali 30 miliar, saya jamin Garut 2 tahun saja akan bisa seimbang dengan pembangunan Tasikmalaya. Pembangunan wilayah tak hanya mampu dipegang APBD Kabupaten dan DAU, pembangunan Daerah perlu perimbangan dari anggaran program anggota DPR RI, supaya suplai aspirasi pembangunan bisa bertambah. Saya pernah jadi Bupati, jadi tahu percis ketika seorang Bupati mau memajukan wilayahnya tanpa bantuan anggota DPR RI itu bulshit,” tutup Aceng. (***)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN