Adakan Sesajen Rp 7 Juta, Epul Bisa Datangkan Harta Nyi Roro Kidul

206
Exif_JPEG_420

KF,- Warga Kampung Sukaregang, Kelurahan Kotawetan, Kecamatan Garut Kota dibuat jengkel adanya ritual atau ajaran keyakinan yang dinilai menyesatkan. Sehingga mayoritas warga setempat berinisiatif untuk mengusir pelaku dari kampungnya. Hal tersebut dibenarkan oleh Danramil Garut Kota, Kapten Inf. Ahun, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (19/12/2016).

Pelaku yang merupakan buruh tani, berasal dari Kampung Cihuni Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan. Aksinya diketahui setelah berhasil mengelabui korban inisial HR (27) seorang buruh, asal Kampung Paledang, Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan.

Kata Ahun, Ritual tersebut dilakukan oleh Epul Saepuloh (44), warga Kecamatan Pangatikan. Yang mana ritual itu ditujukan untuk meminta dikirim atau didatangkan harta dari Nyi Roro Kidul dengan persaratan mengirim sesajen tiap malam selasa dan malam jum’at yang nilainya mencapai Rp 7.000.000.-.
“Sesajen tidak bentuk uang, tapi beupa barang seperti dengan domba, dan lain sebagainya, dengan nilai hampir Rp 7 juta,” katanya.

Saat mediasi di koramil Garut Kota
Saat mediasi di koramil Garut Kota
Sambung Ahun menjelaskan”Adanya praktik tersebut, keluarga dan masyarakat sekitar merasa resah, sehingga menimbulkan pergerakan masa menuntut agar praktik itu tidak dilakukan,” jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya anarkis dari masyarakat yang merasa jengkel, Forkopimcam Garut Kota membawa Pelaku dan korban ke Markas koramil untuk mediasi.

“Setelah diadakan mediasi pelaku menyatakan bertaubat dan tidak akan mengulangi perbuatannya, serta tidak menyebarkan juga faham itu, dengan membuat surat pernyataan” ujar Danramil Garut Kota.

Mediasi selesai hingga Senin (19/12/2016) dini hari pukul 00 30 WIB, sementara terakit kerugian materi dari korban, kata Ahun, pihak korban tidak terlalu mempermasalahkan selama aksi pelaku tidak mengulanginya kembali. Sehingga pelaku dipulangkan ke daerah asalnya, diantar diantarnaya oleh anggota Koramil Garut Kota.

“Pelaku lagi butuh uang, sama korban juga lagi butuh uang. Namun ya begitu, ternyata aksi pelaku hanya untuk menipu saja,” katanya.

Dengan memberikan amalan-amalan tertentu, korban terjerumus untuk mengikuti apa yang diinstruksikan pelaku. “Makanya, kita mengimbau ke masyarakat, jangan percaya yang begituan. Kuatkan lah iman, ikhtiar dengan sungguh-sungguh sehingga kita bisa menangkal dari faham-faham menyimpang seperti itu,” pungkasnya. (J Wan)

BAGIKAN